Mengungkap Fakta Ahok ''Jatuh'', Ini Ramalan dan Penelitian yang Ada Saat Ini
Beberapa kabar menyebutkan Ahok "jatuh" lantaran sentimen agama, omongan kasar atau hal lainnya. Lantas mana yang benar?
TRIBUNJAMBI.COM - Pria bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun akhirnya dia "jatuh" dan saat ini menjalani masa hukuman di Rutan Mako Brimob.
Apa sebenarnya yang membuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok "jatuh"?
Beberapa kabar menyebutkan Ahok "jatuh" lantaran sentimen agama, omongan yang kasar atau hal lainnya? Itu masih menjadi pertanyaan.
Namun, sudah ada beberapa penelitian luar negeri yang menjelaskan penyabab Ahok "jatuh. Selain itu ada juga komentar tokoh, seperti "ramalan Kwik Kian Gie", yang jauh-jauh hari meramal faktor yang akan membuat Ahok "jatuh".
Ramalan Kwik Kian Gie
Beberapa waktu lalu, Kwik Kian Gie, ekonom senior, masuk ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bergabungnya Kwik ke kubu Prabowo-Sandi, mendapatkan reaksi dari PDIP.
Satu di antara alasan bergabungnya Kwik Kian Gie lantaran konsep yang ditawarkan tak mendapat respons dari PDIP.
Kwik Kian Gie dahulu merupakan satu di antara orang yang "penting" di tubuh PDIP. Kader banteng ini pernah menjadi Menteri Perekonomian. Namun mengapa dia mengalihkan dukungan ke Prabowo-Sandiaga?
Baca: Ahok Jatuh, Ungkap Fakta dari Ramalan Kwik sampai Penelitian Luar Negeri, Ini Sebab dan Imbas
Baca: Live Streaming Semifinal China Open 2018, 3 Wakil Indonesia Berjuang
Baca: Mengintip Neraka Latihan Kopassus di Cilacap, Cara Sangar Loloskan Diri dari Kamp Tawanan
Sebelum beranjak ke situ, ada cerita tentang Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dengan Kwik Kian Gie.
Di buku "MENELUSURI ZAMAN: Memoar dan Catatan Kritis" (2017), Kwik Kian Gie pernah bercerita pertemuannya dengan Joko Widodo dan Megawati.
Kwik Kian Gie menulis pertemuannya dengan Megawati dan Jokowi terjadi saat kepergian Taufik Kiemas di Singapura.
"Saya ada di Surabaya. Maka saya menyatakan bela sungkawa kepada Mbak Mega sambil mengatakan bahwa saya di Surabaya, sehingga tidak mungkin hadir pada upacara pemakamannya," tulis Kwik Kian Gie.
Kwik baru tiba di Jakarta siang hari dan segera ke Jalan Teuku Umar (kediaman Megawati). Dia tiba di lokasi pukul 14.30 WIB.
Saat itu pelataran parkir disulap menjadi ruang tamu kosong.
Kwik Kian Gie bertemu Megawati dan Joko Widodo yang saat itu baru tiba dari Kalibata.