HUT TNI ke 73

Kisah Prajurit Kopassus Demi Menghormati Warga, Rela Tahan Nafas Minum Air 'Mengerikan' Ini

Negeri yang hancur karena perang saudara hampir setiap hari terjadi kekerasan, pemerkosaan dan pembunuhan

Editor: bandot
net
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selalu menarik untuk disimak.

Ahli dalam pertempuran, Korps baret merah ternyata juga pandai mengambil simpati masyarakat.

Selain dilatih untuk ganas di medan perang, pasukan Komando juga dikenal jago mengambil hati masyarakat dimanapun mereka ditugaskan.

Satu diantaranya saat mereka ditugaskan ke luar negeri sebagai pasukan perdamaian di negeri-negeri yang sedang dilanda konflik.

Satu diantara kisah tersebut diceritakan oleh Mayor Umar perwira Kopassus yang ditugaskan di Sudan pada tahun 2006.

Dinukil dari Buku Kopassus untuk Indonesia karya Iwan Santosa dan EA Natanegara, saat itu Mayor Umar ditugaskan di Sudan satu diantara negara yang dilanda perang saudara yang terjadi berkepanjangan.

Baca: Mengintip Neraka Latihan Kopassus di Cilacap, Cara Sangar Loloskan Diri dari Kamp Tawanan

Baca: Apa Kelebihan Xiaomi MI A2 Dibanding MI A2 Lite?

Negeri yang hancur karena perang saudara ini keamanan menjadi satu diantara permasalahan.

Hampir setiap hari terjadi kekerasan, pemerkosaan dan pembunuhan.

Rakyat merasa khawatir dan terancam keselamatannya saat pergi keluar rumah.

Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). Peringatan HUT TNI tersebut bertema Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Soliditas TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). Peringatan HUT TNI tersebut bertema Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Soliditas TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Mereka memilih untuk berada di dalam rumah dan tak beraktifitas di luar karena ancaman kekerasan sewaktu-waktu bisa terjadi.

Akibatnya, sekedar butuh kayu bakar untuk memasak pun tak ada yang berani mencarinya ke pinggiran hutan.

Umar pun pernah satu kali menyambangi rumah warga, Sudan yang warganya mayoritas muslim memang mudah didekati oleh orang Indonesia yang mayoritas muslim.

Kunjungan tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat Sudan.

Baca: Komandan Kopassus ini Dikenal Sangar & Sering Buat Prajuritnya Tercengang dengan Aksi Mengerikan ini

Baca: Prajurit Rela di Berondong Peluru Teman Sendiri Hingga Ditempeleng saat Jalani Misi Top Secret

Baca: Jadi Organisasi Teroris Berbahaya, Ternyata Begini Cara ISIS Kumpulkan Uang

Namun karena tak memiliki apapun untuk disuguhkan, warga mengambil air minum yang disuguhkan untuk Umar.

Saat melihat kondisi airnya, Umar kaget, warnanya keruh dan yang membuatnya kaget air tersebut diambil dari wadah yang sama untuk memberi minum kuda.

Kopassus Grup 3 Sandi Yudha
Kopassus Grup 3 Sandi Yudha ()
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved