Kopassus Dibilang Media Asing Sedang Piknik, Terkejut Usai Selesaikan Misi Berbahaya Hitungan Menit

Kisah keberhasilan Kopassus dalam berbagai misi yang berat bikin kagum dan menarik untuk di simak.

Kopassus Dibilang Media Asing Sedang Piknik, Terkejut Usai Selesaikan Misi Berbahaya Hitungan Menit
Kolase/TribunJabar
Ilustrasi pasukan Kopassus & operasi pembebasan sandera di pesawat 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah keberhasilan Kopassus dalam berbagai misi yang berat bikin kagum dan menarik untuk di simak.

Menjelama sebagai pasukan elit yang ditakuti di dunia Kopassus memiliki segudang prestasi keberhasilan menjalankan misi yang berbahaya.

Mulai dari penumpasan G30S/PKI operasi Dwikora, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, Operasi Seroja di Timor-timur hingga pembebasan sandera oleh sekelompok teroris.

Ya Operasi Woyla, saat peronel Kopassus melumpuhkan para teroris yang menyandera pesawat Garuda Indonesia.

Baca: Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming Final Japan Open 2018 Markus/Kevin Partai Terakhir

Baca: Tak Diperbolehkan Bangun Rumah di Kampung, Pria Ini Hajar Istrinya Sendiri

Cerita berawal pada 28 Maret 1981, pesawat DC-9 Woyla milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan 48 penumpang dibajak 5 orang teroris.

Pesawat tersebut dibajak ketika dalam penerbangan dari Bandara Kemayoran menuju Bandara Polonia Medan.

Oleh kelima teroris pesawat sebenarnya akan diterbangkan menuju Lybia, negara yang pada tahun 1980-an berada di bawah pimpinan Presiden Moamar Kadhafi dan dikenal ‘suka membantu teroris’.

Selain itu, jika sudah mendarat di Lybia, para teroris merasa lebih aman karena upaya militer Indonesia (ABRI) untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera jadi makin sulit.

Baca: Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming Final Japan Open 2018 Markus/Kevin Partai Terakhir

Mujur akhirnya pesawat mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand sehingga militer Indonesia bisa lebih leluasa melaksanakan operasi pembebasan sandera dengan cara mengirimkan pasukan khusus.

Tanggung jawab untuk mengirimkan pasukan khusus diberikan kepada Letkol Sintong Panjaitan yang menjabat sebagai Asisten 2/Operasi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda/Kopassus).

Halaman
123
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help