Kasus PT JII Mandek Sekitar Setahun, Ternyata Ini Penyebabnya

Kasus dugaan penggelapan dana investasi senilai Rp 13,3 miliar yang didera PT Jambi Indoguna Internasional (JII)

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan penggelapan dana investasi senilai Rp 13,3 miliar yang didera PT Jambi Indoguna Internasional (JII) hingga saat ini masih belum banyak perkembangan.

Kasus itu mencuat sejak September 2017. Ketika itu, sejumlah direktur dan mantan direktur serta mantan komisaris perusahaan pelat merah tersebut diperiksa satu per satu oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, namun hingga September 2018 kasus tersebut terkesan jalan di tempat.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jambi, Imran Yusuf mengatakan, masih jalan di tempatnya kasus itu disebabkan pihaknya masih fokus pada penanganan kasus lainnya yang telah memiliki status.

"Untuk PT JII, belum ada progres singinifikan. Kita masih fokus menyelesaikan tiga progres penyidikkan saat ini," kata Kasi Penyidikan Imran Yusuf, belum lama ini.

Imran melanjutkan, dalam kasus PT JII, pihaknya akan memilah orang-orang yang dimintai keterangan. Hal itu, menurutnya, untuk mempermudah pengungkapan kasus yang menyeret Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

"Progres dari yang kemarin, kita memilah. Periodenya terlalu luas dan terlalu panjang, sehingga BPKP juga menyarankan jangan terlalu luas, karena itu akan mempersulit pencarian bukti-bukti. Perkara ini sudah lama. Kita coba pelan-pelan dulu. Kita fokus pada kasus yang sudah tahap penyelidikan dulu yang sudah hampir selesai ini," dia menerangkan.

Ditambahkannya, pihaknya akan kembali mengerjakan dugaan korupsi di PT JII setelah tiga kasus yang hampir selesai diproses penyidikan tersebut selesai di tanganinya.

"Setelah itu (penyelesaian tiga kasus yang hampir selesai), baru akan kita kerjakan lagi," imbuhnya.

Saat disinggung terkait status kasus PT JII, Imran membeberkan, hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka. Namun, pihaknya telah memanggil sekitar 11 orang.

"Kasus tersebut masih penyelidikan, belum penyidikan," jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi PT JII tersebut, telah dilakukan pemanggilan beberapa orang untuk diminta keterangan. Kasus itu pertama kali mencuat sejak dipanggilnya Direksi dan Komisaris perusahan itu untuk dimintai keterangan pada, Selasa (5/9/2017) lalu.

Pemeriksaan yang dilakukan Kejati Jambi, antara lain mengenai dugaan penggelapan dana investasi senilai Rp 13,3 miliar yang menyeret PT Jambi Indoguna Internasional (JII).
Selain Kejati Jambi, DPRD Provinsi Jambi sempat memberikan reaksi keras terhadap kinerja PT JII itu. Dewan pun turut mempertanyakan ke mana uang yang diberikan dari pemerintah Provinsi Jambi setiap tahunnya. (cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved