Dr Retno Pastikan Imunisasi MR Tak Mengandung Babi

Minimnya masyarakat yang mengikuti program imunisasi Measles Rubella (MR) sangat disayangkan. Komisariat Daerah Kejadian Ikutan

Dr Retno Pastikan Imunisasi MR Tak Mengandung Babi
Tribun Jambi/Rida
Walikota Jambi Sy Fasha bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, Tarmizi Sibawaihi dan kepala dinas Kesehatan Ida Yuliati telah menandatangani kesepakatan terkait pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Minimnya masyarakat yang mengikuti program imunisasi Measles Rubella (MR) sangat disayangkan.

Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI) Dr Retno Kusumastuti Sp.A mengatakan Rubella sangat berbahaya pada ibu hamil karena menyebabkan cacat atau kematian pada janin.

Tidak ada obatnya, yang bisa dilakukan hanya memutus penularannya yakni dengan melakukan pencegahan melalui imunisasi. Ia memastikan vaksin yang disuntikkan ke tubuh aman dan tidak mengandung babi.

Baca: Naik Lagi, Berikut Harga Sawit di Provinsi Jambi Minggu Ini

"Tripsin yang berasal dari protein babi hanya dipakai diawal proses. Hanya bersinggungan. Gunanya untuk memotong virus agar menjadi banyak karena kita butuh vaksin dak jumlah besar," jelasnya, Jumat (14/9).

Setelah virus terpotong, maka dicuci berkali-kali hingga 700 liter. Pada proses selanjutnya dipilih virus yang baik, yang tidak mengandung tripsin untuk selanjutnya disuntikan ke dalam tubuh.

"Jadi pada proses akhirnya tidak ada sama sekali mengandung tripsin. Tripsin hanya bersinggungan di proses awal. Vaksin yang disuntikkan, sama sekali tidak mengandung tripsin atau babi," tegasnya.

Wali Kota Jambi Sy Fasha sendiri mengaku prihatin dengan rendahnya pencapaian pelaksanaan imunisasi Measles Rubella di Kota Jambi.

Ia pun langsung bergerak cepat, agar program ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dalam waktu dekat kepala sekolah akan dikumpulkan untuk diarahkan mengenai pentingnya program ini.

"Ini bukan program pemaksaan dari Pemerintah Pusat melainkan memang kebutuhan," ungkapnya.

Baca: Cuma di Alfamart Beli Susu Gratis Minyak. Berikut Harga Promonya

Baca: Gara-gara Ambil Sepucuk Senapan dan Komputer, Sontom Divonis Setahun Delapan Bulan

Sampai saat ini dari 678 sekolah, 151 diantaranya meminta penundaan pelaksanaan imunisasi MR. Umumnya sekolah yang menunda itu adalah sekolah Islam yang masih khawatir dengan kehalalan vaksin tersebut.

Hari ini Wali Kota Jambi Sy Fasha bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi Tarmizi Sibawaihi dan kepala dinas Kesehatan Ida Yuliati telah menandatangani kesepakatan terkait pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).

Fasha mengatakan kesadaran masyarakat Kota Jambi untuk melakukan imunisasi MR pada anak-anaknya masih sangat minim. Kota Jambi berada di posisi rangking 10 dari 11 kabupaten/kota Semarang Provinsi Jambi yaitu diangka 32 persen.

"Saya selaku Wali Kota bertanggung jawab terhadap keselamatan warga saya. Jangan karena keminiman pengetahuan kita, kita mengorbankan anak cucu. Kalaulah ini salah, berdosa, maka sayalah yang akan menanggung dosanya semua. Saya bertanggung jawab, lahir batin dunia akhirat pelaksanaan program Rubella di Kota Jambi," ungkapnya.

Baca: Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi, Penyidik Sebut Sudah Punya Nama Calon Tersangka

Baca: Pajero Sport Family Chapter Jambi Adakan Bakti Sosial Besok, Ada Sunatan Massal dan Donor Darah

Baca: Harga Dolar Naik, Bahan Pokok di Jambi Masih Stabil

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help