Dua Barang Bersubsidi Ini Makin Langka di Kerinci, dan Harganya Melambung, Pedagang Akui Jual Mahal

Barang bersubsidi dari pemerintah semakin sulit didapat di Kabupaten Kerinci. Seperti dua item ini, yakni

Dua Barang Bersubsidi Ini Makin Langka di Kerinci, dan Harganya Melambung, Pedagang Akui Jual Mahal
tribunjambi/samsul bahri
Gas melon 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Barang bersubsidi dari pemerintah semakin sulit didapat di Kabupaten Kerinci. Seperti dua item ini, yakni gas elpiji 3 kilogram dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Kerinci. Seperti yang disampaikan oleh Jhondri, bahwa dirinya sudah lama tak membeli premium untuk kendaraannya.

“Bukan tidak mau pakai bensin, tapi untuk mendapatkan bensin itu sulit,” kata warga kecamatan Sitinjau Laut ini.

Ia mengatakan, langkanya BBM jenis premium sudah lama terjadi di Kerinci dan Sungai Penuh. Di SPBU premiun sudah sedikit dijual, lewat dari pukul 9.00 Wib, sudah tidak ada lagi di jual di SPBU.

“Setiap ingin beli bensin di SPBU pasti tulisannya telah habis,” sebutnya.

Sebab itulah ujarnya, dirinya terpaksa membeli BBM non subsidi dengan harga mahal, seperti pertalite dan pertamax.

“Mau tidak mau karena kita butuh, ya terpaksa beli yang mahal,” sebutnya.

Warga lainnya Nelvi, mengeluhkan langka dan mahalnya barang subsidi jenis gas 3 kilogram. Ia menyebut, gas 3 kilogram di Kerinci kini bukan dijual dengan harga subsidi lagi, tapi sudah seperti non subsidi.

“Sekarang gas 3 kg dijual dengan harga Rp 30 ribu pertabung, itupun sulit ditemukan,” keluh ibu rumah tangga ini.

Halaman
123
Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved