Belasan Kursi di Taman Tepian Cik Minah Sarolangun Hilang, Pemkab akan Tempatkan Pengamanan
Hilangnya belasan kursi duduk di Taman Tepian Cik Minah beberapa waktu lalu ternyata sudah diketahui Dinas Perumahan,
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Wahyu Herliyanto
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Hilangnya belasan kursi duduk di Taman Tepian Cik Minah beberapa waktu lalu ternyata sudah diketahui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Sarolangun.
Menurut Kepala DPKPP, Saipullah, bahwa hilangnya kursi taman yang baru selesai dibangun itu, diduga memang ada yang orang yang sengaja mencuri. Ada juga oknum anak-anak muda yang mabuk lalu merusak fasilitas umum tersebut.
Baca: Dulu Dianggap Tak Berharga, Sekarang Udang Rebon Sudah Ada Pengumpulnya di Tungkal Ilir
“Kalau memang dicuri kita telusuri sampai dimana dan siapa yang berbuat di situ, dan kami sudah kroscek disitu kadang-kadang anak banyak yang mabuk, sampai dicampak dan digoyang goyangnyo. Warga juga sudah risih, karena ada yang dikejar jugo,” katanya, saat diwawancarai, belum lama ini.
Tempat orang duduk, dalam hal ini sebagai tanggungjawab masalah Taman Cik Minah ini, cuman itu baru selesai dibangun, kemarin masih bagus, sementara tidak ada biaya pengamanan, tidak mungkin kursi itu dibawa balik. Kedepan kita akan buat pos pengamanan itu, di APBD Perubahan sudah kita usulkan,” katanya.
Pos pengamanan ini, katanya, pihaknya merencanakan akan bekerjasama dengan pemuda setempat, atau juga berkoordinasi dengan Satpol PP Sarolangun, untuk bisa menjaga fasilitas di Taman Tepian Cik Minah.
Namun, kedepan ia merencanakan kursi tersebut akan ditukar menjadi kursi permanen yang terbuat dari semen, bukan lagi seperti saat ini yang terbuat dari kerangka besi.
“Di daerah lain, memang ada Pol PP, apalagi aset pemerintah, kalau ada apa-apa langsung didatangi Petugas Pol PP,” katanya lagi.
Baca: Bupati Masnah Juga Tinjau Pelebaran Jalan Candi Muarojambi
Baca: Hingga Agustus, 212,70 Hektare Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi
Apalagi kedepan, pihaknya merencanakan akan menambah tulisan ‘Jembatan Betrix Sarolangun’, dicampur warna-warni jembatan beatrix, sehingga sangat dibutuhkan adanya pos pengamanan di lokasi tersebut yang memang berdekatan dengan taman tepian cik minah.
“Dalam tahun ini juga kita adakan merek lampu Jembatan Beatrix Sarolangun. Jadi kalau orang lewat oh ini Sarolangun, kalau sekarang ini tidak ada. Maka kita minta pengamanan, karena selama ini ada lampu dipecah, sudah ada indikasi kriminal,” katanya.