Bila Panglima TNI Memanggil! Pasukan Seram TNI dari Seluruh Matra ini Bakal Turun Tumpas Teroris

Sempat buat Indonesia heboh dengan aksi terorisme, membuat pemerintah memiliki wacana menurunkan pasukan khususnya TNI untuk buru teroris

Editor: Andreas Eko Prasetyo
YouTube
Pasukan Elit Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat buat Indonesia heboh dengan aksi terorisme, membuat pemerintah memiliki wacana menurunkan pasukan khususnya TNI untuk buru teroris.

Namun hingga saat ini memang belum ada perintah resmi dari Panglima TNI untuk mengerahkan pasukan-pasukan anti-teror milik TNI untuk menghadapi aksi terorisme.

Tapi meskipun belum ada perintah secara resmi, semua pasukan anti-teror elit TNI seperti Sat 81 Kopassus, Denjaka, Sat Bravo 90, Kopaska, Tontaipur Kostrad, Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dan lainnya sudah dalam posisi siap bergerak (stand by call), menghadapi aksi terorisme.

Berikut tampilan para pasukan khusus TNI seperti nama-nama di atas:

Sat-81 Gultor Kopassus
Sat-81 Gultor Kopassus (IST)
Pasukan Denjaka
Pasukan Denjaka (IST)
Sat Bravo Paskhas 90
Sat Bravo Paskhas 90
Kopaska TNI AL
Kopaska TNI AL
Ilustrasi Tontaipur Kostrad
Ilustrasi Tontaipur Kostrad (voxntt)
Koopssusgab
Koopssusgab (Tribunnews.com)

Untuk pasukan Koopssusgab, dibentuk pada 9 Juni 2015 oleh Jenderal Moeldoko selaku Panglima TNI kala itu.

Pasukan elit ini merupakan gabungan pasukan khusus dari tiga matra TNI, yakni Sat-81, Denjaka, dan Satbravo-90. Pasukan khusus ini berjumlah 90 personil.

Mereka disiagakan di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat dengan status operasi, selalu siap siaga setiap saat jika ada perintah untuk menanggulangi aksi teror.

Baca: Pejabat Tinggi Militer Amerika Serikat Tak Berkata-kata saat Disuguhkan Kopassus Aksi Mengerikan ini

Baca: Seramnya Kopassus, Lebih Mengerikan Lagi Sat-81 Kopassus yang Pernah Buat Teroris Kelabakan

Apalagi Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan pasukan TNI untuk membantu Polri dalam upaya memberantas aksi terorisme sampai ke akar-akarnya (Kompas.com Senin/5/2018), maka semua pasukan khusus TNI juga siap bergerak kapan saja.

Posisi semua pasukan khusus TNI dalam kondisi stand by call sebenarnya berlaku setiap hari.

Artinya dalam kesehariannya semua pasukan khusus TNI sudah memiliki instruksi kerja yang jelas.

Yaitu sepertiga kekuatan dalam kondisi siap bergerak, sepertiga kekuatan melakukan latihan, dan sepertiga kekuatan lainnya bertugas sebagai cadangan.

Sejumlah personel pasukan khusus TNI juga sudah bergerak secara senyap di daerah-daerah yang dianggap rawan oleh pemerintah, misalnya Papua.

Baca: Dikejutkan dengan Ledakan Besar, Bukan Marah, Soekarno Tertawa Lihat 2 Sosok Kopaska ini

Baca: Ketika Kopaska Siapkan Pasukan Bunuh Diri Dengan Senjata Maut Untuk Perang Dengan Belanda

Pergerakan pasukan khusus sesuai perintah Panglima TNI, dan sesungguhnya tidak begitu terpengaruh oleh Undang-Undang Anti-terorisme yang belum segera disahkan.

Misalnya, jika terjadi kasus terorisme di Bandara Soekarno-Hatta, pasukan khusus Sat Bravo 90 dari TNI AU pasti turun bersama pasukan khusus TNI lainnya dan mungki malah tidak melibatkan langsung Densus 88 Polri.

Densus pasti turun dalam aksi teror di bandara setelah teroris tertangkap baik mati maupun hidup untuk dilanjutkan proses penyidikan dan penanganan hukumnya sesuai prosedur kepolisian.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved