Nilai Tukar Petani di Jambi Turun 1,71 Persen, Ini Peyebabnya

Penurunan NTP terjadi pada lima subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,89 persen.

Nilai Tukar Petani di Jambi Turun 1,71 Persen, Ini Peyebabnya
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Petani menanam padi di daerah Kabupaten Batanghari 

IT Naik, IB Turun

Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Jambi pada Juli 2018, nilai tukar petani (NTP) Provinsi Jambi turun sebesar 1,71 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 99,17 menjadi 97,48.

"Penurunan NTP pada Juli 2018 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian yang turun sebesar 0,97 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,75 persen," ujar Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi.

Lanjut ia menjelaskan, penurunan NTP terjadi pada lima subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,89 persen, subsektor Hortikultura turun sebesar 0,76 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 2,72 persen, subsektor Peternakan turun sebesar 0,28 persen serta subsektor Perikanan yang turun sebesar 0,83 persen.

Untuk indeks harga yang diterima (IT) petani  menunjukkan nilai IT pada Juli 2018 turun sebesar 0,97 persen dibandingkan IT Juni 2018, dari 130,20 menjadi 128,94.

"Kenaikan IT terjadi pada satu subsektor yaitu subsektor Peternakan naik sebesar 0,25 persen, ada empat subsektor mengalami penurunan," ujar Dadang.

Penurunan empat subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,07 persen, subsektor Hortikultura turun sebesar 0,06 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang turun sebesar 1,93 persen, serta subsektor Perikanan yang turun sebesar 0,37 persen.

Sedangkan untuk indeks harga yang dibayar (IB) petani, pada Juli 2018 ini naik sebesar 0,75 persen bila dibanding dengan IB Juni 2018, yaitu dari 131,29 menjadi 132,27. Penyokong kenaikan IB karena ada kenaikan pada lima subsektor.

Kenaikan lima subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,82 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,70 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,81 persen, subsektor Peternakan sebesar 0,54 persen serta subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,47 persen.

"Melalui indeks harga yang dibayar petani atau IB, dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani," ujarnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help