Lawan Kopassus, Tentara Amerika Takut Lihat 'IImu Gaib' Baret Merah, Jenderal Pentagon pun Keheranan
Kalah akan teknologi, tidak membuat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi pasukan yang lemah.
TRIBUNJAMBI.COM - Kalah akan teknologi, tidak membuat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi pasukan yang lemah.
Sudah terlatih menjalani terpaan melalui latihan berat, sampai musuh yang lebih baik dari sisi persenjataan. Kopassus mampu membuat musuh bertekuk lutut melalui keahliannya di medan perang.
Meski dinilai tak memiliki peralatan canggih, tapi TNI/ Kopassus tak mau meniru pasukan khusus Amerika Serikat dalam membentuk pasukan khusus.
Bagaimana tidak, bagi TNI pasukan khusus negeri Paman Sam terlalu mengandalkan teknologi.
Pasukan khusus Amerika Serikat dianggap terlalu 'mudah' dikalahkan saat tidak dibekali dengan peralatan teknologi maju.
Awal pembentukan pasukan khusus, TNI pun membandingkan beberapa pasukan khusus di berbagai negara untuk dijadikan role model.
Baca: Operasi Seroja 1975 - Kisah Heroik Kopassus yang Tak Takut Mati Har Aku Kena
Baca: Mako Brimob Akan Dibangun di Tebo, Bupati Beri 2 Alternatif Lokasi
Ketika tahun 1980-an ABRI/TNI hendak membentuk pasukan khusus yang antara lain memiliki kemampuan antiteror, satuan pasukan khusus dari berbagai negara pun dijadikan sebagai referensi.
Dari berbagai referensi yang diperoleh TNI pun melihat beberapa pasukan yang dinilai cocok.
Pasukan khusus yang memiliki kemampuan komplit tanpa terlalu tergantung dengan teknologi.
Pasukan khusus dari Jerman (GSG-9), Inggris (SAS), pasukan khusus antiteror Angkatan Laut Prancis, dan pasukan khusus Korea Selatan.
Satuan-satuan di atas banyak mempengaruhi pembentukan pasukan khusus di lingkungan TNI.
Teknik pelatihan pasukan khusus dari sejumlah negara itu kemudian direkomendasikan oleh Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategi Letjen TNI LB Moerdani.
Baca: Tetap Setia pada Jokowi Atau Balik Badan ke Prabowo, Keceplosan Mahfud MD Ini Tuai Bullyan. . .
Baca: Sidang Kasus Dugaan Suap CPNS K2 Sarolangun Ditunda, Ini Alasannya
Benny minta segera diterapkan dalam pembentukan pasukan khusus TNI di kesatuan Kopassus.
Pasalnya semua teknik yang diramu dari berbagai ‘aliran’ pasukan khusus itu, diyakini mampu membentuk tiap personel pasukan khusus TNI menjadi pasukan tempur yang sangat profesional.
Profesional yang dimaksud oleh Letjen Benny adalah tiap personel pasukan khusus yang sudah terlatih.