VIDEO

VIDEO: Diamankan di Padang, Edi Warman Tiba di Jambi dan Langsung Jalani Hukuman

Edi Warman, DPO kasus kredit fiktif di BRI Kayu Aro, tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sekitar pukul 17.25 sore, Senin (6/8/2018).

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Edi Warman, DPO kasus kredit fiktif di BRI Kayu Aro, tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sekitar pukul 17.25 sore, Senin (6/8/2018).

Kasi Penkum Kejati Jambi, Dedy Susanto, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Romy, kepada awak media menyampaikan, dia ditangkap pada Senin pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

"Yang bersangkutan kita amankan tadi pagi, di Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat," ujarnya.

Baca: Seluas 0,86 Hektar Lahan Milik Erna di Desa Bukit Baling Terbakar

Dia mengatakan, Edi merupakan Mantri di BRI Unit Kayu Aro di Kersik Tuo sejak tanggal 1 Januari 2008 hingga Oktober 2009. Selanjutnya, dia juga selaku Kepala Unit BRI Unit Kayu Aro sejak tanggal 09 November 2009 sampai 31 Desember 2009. Dia memberikan persetujuan dan pemberian kredit kepada 366 Debitur Kupedes di BRI Unit Kayu Aro yang tidak sesuai dengan prosedur dengan membuat pencatatan palsu.

 "Pencatatan palsu dalam pembukuan, dokumen laporan kegiatan usaha, transaksi, dan rekening bank," lanjutnya.

Selanjutnya, debitur tidak pernah mengurus pinjamannya di BRI Unit Kayu Aro. Lalu, debitur tidak menggunakan sendiri uang pinjamannya, namun digunakan oleh orang lain, sehingga terjadi kredit macet. Perbuatan tersebut menyebabkan kerugian sebesar Rp 10.140.393.370.

Kepala Kejari Sungai Penuh, Romy menambahkan, Edi Warman telah menjadi DPO sejak Maret 2014.

"Atas putusan majelis hakim saat itu, dia dijatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp. 5 miliar dengan subsidair 3 bulan kurungan penjara. Tapi karena tidak ada iktikad baik, makanya tetapkan sebagai DPO," jelas Romy.

Baca: VIDEO: Warga Dibuat Geger, Sumur Minyak Ilegal Drilling Desa Pompa Air Terbakar Lagi

Baca: 257 CJH Asal Tanjabbar Siap Berangkat, Ada yang Mendaftar Sejak 2010

Sementara itu, berdasarkan pengakuannya, Edi Warman selama ini tinggal di Padang. Dia mengaku tidak bersembunyi dan berkeseharian sebagai pekerja serabutan.

"Saya di Padang selama ini. Kampung memang di Padang, kan. Selama ini kerja serabutan itulah," jelasnya singkat kepada awak media.

 Untuk diketahui, Edi Warman terjerat kasus ini ketika bekerja sebagai mantri di BRI Kayu Aro.

Ketika awak media menanyakan tentang uang dari kredit tersebut, dia mengaku tidak menerima uang itu.

"Uang itu kita salurkan, bukan untuk kita pakai," katanya.

Selanjutnya, dia dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Jambi, untuk menjalani hukuman.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2419 K/Pid.Sus/2013 tanggal 26 Maret 2014, Edi Warman merupakan terpidana yang melanggar Pasal 49 ayat (2) HURUF (B) UU RI nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU RI nomor 07 Tahun 1992 tentang Perbankan dan menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp. 5 miliar dengan subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Baca: Kapolsek Jambi Selatan AKP Rita Purnama Sari, Tumbuh dan Besar di Keluarga Dominan Militer 

Baca: Jelang Porprov 2018 - KONI Sarolangun Gelar Rapat, Masih Terkendala Pemondokan

Baca: JS Dorong Motor VIxion yang Dicurinya di Batang Sangir Kayu Aro

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help