Kisah Kopaska Dibekali Kondom saat Operasi Trikora 1962, Ternyata Itu Efektif Jadi Senjata Rahasia
Tapi pasukan Kopaska terkejut, karena hampir semua senjata telah digunakan pasukan lain dan sukarelawan, untuk operasi tempur Jayawijaya.
TRIBUNJAMBI.COM - Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda, menyisakan cerita yang menarik untuk diketahui.
Peristiwa itu terjadi pada 1962, ketika pemerintah RI melancarkan operasi militer bersandi Operasi Trikora. Saat itu, semua kekuatan militer yang dimiliki oleh Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI/TNI) dikerahkan.
Pasukan khusus, seperti Komando Pasukan Gerak Tjepat AURI, RPKAD (TNI AD), dan Kopaska (TNI AL) juga dikerahkan untuk melakukan misi penyusupan, sabotase, intelijen, dan melancarkan perang secara gerilya.
Pasukan Kopaska meski menjadi ujung tombak dalam pertempuran di laut ternyata menjadi pasukan yang paling akhir dikirimkan ketika APRI akan melancarkan serangan besar-besaran melalui operasi militer bersandi Jayawijaya.
Pasukan Kopaska yang diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya melalui misi sangat rahasia kemudian menuju ke gudang senjata PAL (Penataran Angkatan Laut) untuk mengambil senjata dan bahan peledak serta peralatan khusus lainnya.
Tapi mereka terkejut, karena hampir semua senjata telah digunakan oleh pasukan lain dan sukarelawan, demi melaksanakan operasi tempur Jayawijaya.
Pasukan Kopaska yang memiliki motto Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak Ada Rintangan yang Tidak Dapat Diatasi) pun tetap memiliki semangat tempur tinggi meski hanya berbekal persenjataan yang tersisa.
Persenjataan itu antara lain senapan laras panjang yang hanya efektif untuk keperluan pertempuran jarak dekat seperti Madsen M-50 buatan Denmark.
Baca: Kondisi Terkini Shakira Aurum, Putri Semata Wayang Denada yang Leukimia, Perawat Ikut Menangis
Baca: Sarung Tangan Aja Puluhan Juta Rupiah, Tapi Kali Ini Ayu Ting Ting Dibilang Elegan
Baca: Koalisi Jokowi Kumpul Berkaos Kerah dan, Bersneakers, Nyindir Koalisi Prabowo?
Padahal idealnya personel Kopaska bersenjata senapan serbu AK-47 buatan Rusia, mengingat demi mendukung Operasi Trikora, APRI telah membeli senapan AK-47 dalam jumlah besar.
Semula personel Kopaska juga kesulitan menemukan alat pemicu bahan peledak di gudang PT PAL karena telah dibawa oleh pasukan lain.

Tapi beruntung mereka masih menemukan beberapa gulung kabel firecord yang merupakan kabel berisikan bahan peledak berkekuatan tinggi dan bisa difungsikan sebagai pemicu bahan peledak.
Namun, dalam misi tempurnya, pasukan Kopaska juga selalu dibekali kondom dalam jumlah banyak.
Apa guna kondom itu?
Ternyata, kondom itu untuk kepentingan membungkus bahan peledak atau detonator yang akan digunakan untuk operasi bawah air (underwater demolition).
Baca: Mahasiswa Baru Unja Ikuti Ospek di Kampus Mendalo
Saat itu kebetulan setiap personel Kopaska hanya mendapat pembagian kondom dalam jumlah terbatas.