Pilkada Merangin

Tak Mungkin Ke MK, Tapi akan Koordinasi dengan Pakar Hukum

Sama dengan tim Paslon nomor urut satu Ahmad Fauzi Ansori dan Sujarmin, Paslon nomor urut tiga Nalim-Khafid juga mengakui

Tak Mungkin Ke MK, Tapi akan Koordinasi dengan Pakar Hukum
tribunjambi/muzakkir
Rapat Pleno KPU Kabupaten Merangin digelar hari ini, Rabu (4/7/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sama dengan tim Paslon nomor urut satu Ahmad Fauzi Ansori dan Sujarmin, Paslon nomor urut tiga Nalim-Khafid juga mengakui kekalahannya dalam pilkada Merangin 2018.

Selesai rapat Pleno KPU tingkat Kabupaten, Saksi nomor urut tiga yang diwakili oleh Agus Purnomo mengatakan, jika melihat dari perolehan suara, pihaknya tidak menggugat hasil yang disampaikan. Mereka menerima dengan lapang dada.

"Kalau sejauh itu selisihnya, tidak mungkin untuk digugat, kecuali selisihnya 1,5 persen," kata Agus.

Meski tidak menggugat hasil ke MK, namun mereka akan mempersoalkan keteledoran yang dilakukan oleh penyenggara.

Keteledoran dimana ada warga yang bukan asli Merangin yang dibuktikan dengan KTP bisa mencoblos, dan persoalan-persoalan lainnya.

"Kita akan koordinasi dulu dengan pakar hukum kita, bisa apa tidak ini dipersoalkan," imbuhnya.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved