Seram! Tengah Pimpin Ibadah, Pendeta ini Diterkam Buaya Tepat di Depan Umatnya

Seekor buaya besar tiba-tiba menyeruak dari Danau Abaya, di kawasan selatan Ethiopia dan menerkam seorang pendeta

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Buaya memangsa seorang pendeta di afrika. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tragedi mengerikan terjadi di Ethiopia.

Seekor buaya besar tiba-tiba menyeruak dari Danau Abaya, di kawasan selatan Ethiopia dan menerkam seorang pendeta yang tengah memimpin pembaptisan masal.

Docho Eshete, pendeta yang mempimpin pembaptisan sekitar 80 orang tersebut tewas di tempat.

Dia mengalami luka parah di punggung, kaki, dan tangan.

"Saat itu dia baru saja membaptis orang pertama dan akan beranjak ke urutan selanjutnya."

"Namun tiba-tiba seekor buaya melompat dari danau dan menerkamnya dari belakang," ujar Ketema Kaira, warga setempat seperti dilansir BBC.

Menurut keterangan polisi lokal, Eiwnetu Kanko, sejumlah nelayan berusaha menolong pendeta malang tersebut.

Dengan jaring ikan mereka mencegah si buaya agar tidak bisa menarik Eshete ke sungai.

Baca: Polisi Bawa Busur Terbungkus Kain, Penangkapan Terduga Teroris di Bungo

Baca: VIDEO: Beraninya Perampok ini Ambil Kameran yang Sedang Digunakan Siaran Langsung Reporter

Usaha para nelayan mencegah buaya menyeret pendeta ke danau berhasil. Sayang nyawa Eshete tak terselamatkan.

"Mereka hanya bisa mendapatkan jenazah," ucap Kanko.

Melansir koran Inggris Daily Telegraph, sejumlah pendeta Kristen Protestan di afrika memang sering mengadakan upacara pembaptisan di tepi danau atau sungai.

Sepertinya mereka terinspirasi oleh kisah Yesus saat dibaptis oleh John the Baptist (Yahya).

Baca: Jarang Tampil Bersama, Ternyata Ini Sosok Super Cantik Istri Vincent Rompies

Baca: Hidup 1000 Orangutan di Kalimantan Kini Tak Lagi Nyaman, Greenpeace: Ini Memalukan

Hanya sayang mereka agak melupakan bahwa serangan buaya sangat sering terjadi di Afrika.

Korban terbanyak adalah kaum wanita yang tengah mencuci di sungai atau danau.

Untuk buaya di Danai Abaya sendiri memang sudah lama terkenal keganasannya. Sebab ikan-ikan di danau tersebut hampir habis karena ditangkap nelayan setempat.

SUMBER: Intisari Online

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved