Beras di Kramat Tinggi Dijual Melebihi HET, Bulog Tegur Distributor Nakal

Tak hanya temukan penjualan daging beku tidak sesuai prosedur, satgas pangan juga temukan penjualan beras bulog di atas Harga Eceran Tertinggi.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Satgas Pangan Provinsi Jambi melakukan sidak di pasar Kramat Tinggi, Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dari hasil sidak terpantau harga cenderung stabil, namun petugas temukan harga beras bulog di atas harga eceran. Selasa (5/6)

Dari hasil sidak yang dilakukan tersebut, harga pangan dan sembako di pasar harian Kramat Tinggi Muarabulian masih terbilang stabil. Meski terjadi kenaikan beberapa harga pangan, namun masih dalam kategori wajar.

Selain temukan penjualan daging beku yang tidak sesuai prosedur satgas pangan juga menemukan penjualan beras bulog di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pedagang beras di pasar harian daerah itu menjual beras bulog di atas Rp10 ribu.

Saidi Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Provinsi jambi mengatakan HET beras bulog di tingkat pedagang sebesar Rp9.950 per kilo.

Sementara, distributor yang mengambil beras langsung ke bulog per kilogramnya dihargai sebesar Rp8.600.

"Pedagang harus mejual beras bulog di bawah harga HET, minimal sama dengan harga HET yang di tetapkan, tidak menjualnya dengan harga lebih tinggi," ujarnya.

Berdasarkan temuan tersebut, bulog akan beri peringatan terhadap distributor nakal yang menjual beras bulog di atas HET baik dengan langkah teguran.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved