Ternyata Ini Penyebab Banjir di Beberapa Titik di Kota Jambi

“Banyak yang mengatakan bahwa sistem drainase tertutup itu yang menyebabkan banjir. Padahal tidak, ini karena masih banyaknya sampah..."

Ternyata Ini Penyebab Banjir di Beberapa Titik di Kota Jambi
Tribun Jambi/Rohmayana
Banjir di Kota Jambi, Rabu (23/5) malam. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Jambi, terjadi karena drainase tidak mampu mengalirkan air hujan secara maksimal. Bahkan, ada juga setelah dibangun drainase baru, justru semakin membuat banjir, padahal sebelumnya sebelum diperbaiki tidak banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius, mengatakan dari data Dinas PU Kota Jambi bahwa pihaknya sudah turun mengecek beberapa titik banjir.

Sebagian besar penyebab banjir dikarenakan tidak berfungsinya dengan baik drainase. Baik drainase yang baru dibangun dengan sistem drainase tertutup maupun drainase lama.

“Banyak yang mengatakan bahwa sistem drainase tertutup itu yang menyebabkan banjir. Padahal tidak, ini karena masih banyaknya sampah yang ada didalam drainase," kata Yunius Kamis (24/5).

Dikatakannya bahwa pihaknya melakukan beberapa upaya untuk mengatasi banjir agar tidak terjadi lagi. Seperti melakukan pembersihan dan normalisasi drainase. Dengan begitu,air bisa mengalir dengan lebih lancar.

Dijelaskan Yunius bahwa berdasarkan data,ada sekitar 19 titik wilayah yang rawan terjadi genangan. Diantaranya di kawasan Jalan Pattimura,Kotabaru,Mayang, simpang 4 jelutung, bawah dealer Hino, tikungan xaverius, IAIN Telanai, Lebak Bandung dan Thehok .

“Ditambah dengan beberapa titik disepanjang jalan protokol yang saat ini sedang dilaksanakan pengerjaan drainasenya,” tambahnya.

Dikatakannya bahwa ada delapan penyebab banjir di Kota Jambi. Pertama adalah kapasitas drainase utama sudah tidak sesuai dengan debit air. Kedua adanya penyempitan drainase / bottle neck. Ketiga karena sedimentasi dan erosi di sungai dan drainase utama. Keempat adanya alih fungsi lahan di daerah hulu, kelima adanya luapan air Sungai Batanghari, keenam adanya pengaruh pasang surut Sungai Batanghari, ketujuh fasilitas kota seperti kabel telepon, saluran PDAM, pipa-pipa yang melintang di gorong - gorong menghambat aliran air drainase. Dan terakhir adalah kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai.

Baca: Minum Air Putih Setiap Pagi, Rasakan Manfaat Besar Ini Bagi Kesehatanmu

“Kita terus mengecek ke lapangan dan mempelajari setiap kejadian. Lalu mencari jalan keluarnya. Salah satunya dengan pembuatan kolam retensi. Namun saat ini masih terkendala lahan. Sebab, pembuatan kolam retensi membutuhkan tanah yang luas. Sementara di Kota Jambi ini sudah sulit untuk mencari lahan yang masih kosong,” katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved