Kasus Penistaan Agama

Gara-gara Sandal, Pidos Divonis 18 Bulan

Firdaus alias Pidos terdakwa kasus penistaan agama di Kabupaten Merangin telah divonis. Ia dinyatakan bersalah dengan hukuman

Gara-gara Sandal, Pidos Divonis 18 Bulan
hsanfile.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Firdaus alias Pidos terdakwa kasus penistaan agama di Kabupaten Merangin telah divonis. Ia dinyatakan bersalah dengan hukuman satu tahun enam bulan (18 bulan) pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Bangko yang digelar, Selasa (10/4) kemarin.

Pidos yang kesehariannya berjualan di terminal Bus Pulau Tujuh desa Langling Kecamatan Bangko ini, terbukti melanggar pasal 156a huruf (a) KUHP. Karena ‘dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia'.

Baca: Festival Kerinci Dihelat Oktober Mendatang, Begini Penampilan Barunya

Pembacaan pitusan Pidos tersebut dibacakan Ketua Majelis, Erica Mardalena. Dalam berkas putusan tersebut dikatakan, setelah mendengarkan saksi-saksi, fakta-fakta hukum maka terdakwa terbukti bersalah.

"Maka dengan ini memutuskan terdakwa bersalah, dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan, terdakwa diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000. Lalu barang bukti sendal yang bertuliskan lafaz Allah dan Muhammad disita untuk dimusnahkan,” sebut Ketua Majelis, Erica.

Sidang putusan tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 Wib, Selasa (10/4) kemarin. Ketua majelis didampingi hakim anggota Yofistian yang diganti oleh Jimmy Hendrik Tanjung karena berhalangan hadir dan Dini Nusrotudiniyah Arifin.

Setelah mendengarkan putusan sidang tersebut, tampak raut wajah Pidos bersedih. Ia terlihat menyesali perbuatannya. Dan ketika ditanya oleh majelis hakim, apakah dirinya menerima putusan tersebut atau akan melakukan upaya banding, ia menjawab menerima putusan pengadilan tersebut.  

Maka dirinya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di jeruji besi, selama 18 bulan karena putusan yang dibacakan tersebut sesuai dengan putusan hakim, dan jaksa penuntut umum juga menerima hasil putusan tersebut.

Untuk diketahui, sekitar 5 Desember 2017 lalu bertempat di terminal Type A Pulau Tujuh Desa Langling kecamatan Bangko. Terdakwa didapati menulis lafaz Allah dan Nabi Muhammad di sendal jepitnya, disebelah kanan lafaz Allah dan disebelah kiri lafaz Muhammad.

Baca: Pemuda Koto Majidin Desak Yustiar Dilantik Jadi DPRD Kerinci

Baca: UMB: Kami Siap Menghadiri

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved