Warga Tanjab Barat Tewas Disambar Petir

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat daerah

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat daerah diperkirakan menjadi alur rawan petir di wilayah Tanjab Barat. Pada musim hujan, pihak BPBD mengkhawatirkan potensi badai dan awan petir.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Barat, H Kosasi kepada Tribun Rabu (14/3) mengatakan untuk beberapa daerah merupakan rawan badai dan angin puting beliung. Selain angin, hal yang lebih mengkhawatirkan adanya potensi petir di beberapa wilayah.

Potensi angin puting beliung tersebar sepanjang sungai pengabuan. Sedangkan lintasan awan petir dipetakan dari Betara, Kuala Betara, Parit Ponco dan Kecamatan Tungkal Ilir. "Dalam catatan saya, yang menjadi lintasan awan petir terjadi dari Betara, Kuala Betara, Parit Ponco dan Kecamatan Tungkal Ilir," ungkap H Kosasih.

Sebagai bukti, pada Minggu (11/3) telah terjadi angin puting beliung. Di mana, angin menghantam dan memporakporandakan dua kelas bangunan kayu milik SMK di wilayah Manunggal Kuala Tungkal. Kejadian itu sudah disampaikan oleh BPBD ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi.

Petir yang terjadi di Tanjab Barat menyambar dua warga, satu di antaranya selamat dan satu lagi meninggal dunia. Kekhawatiran pihak BPBD Tanjab Barat terhadap potensi puting beliung dan badai petir layak menjadi perhatian warga masyarakat.

Sebab, potensi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan dan kematian tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu. Seperti Angin puting beliung menghantam bangunan SMK di Manunggal dan mengakibatkan dua bangunan kelas dari papan rata dengan tanah.

"Angin puting beliung menghantam bangunan SMK. Petir juga sudah sudah menghantam dua orang. Satu selamat dan satu lainnya meninggal," terang H Kosasih, Rabu (14/3).

Sedangkan sengatan petir ke darat beberapa waktu lalu sempat juga menyambar warga Betara. Masih beruntung, sengatan listrik petir tidak sampai menyebabkan kematian. Dikabarkan ada nelayan disengat petir dan meninggal dunia.

Kasi Pusdatin BPBD Tanjab Barat, Syaiful Anwar menyebutkan potensi terbesar di Tanjab Barat terjadinya badai puting beliung dan badai petir. Hal ini didukung potensi geografis Tanjab Barat, khususnya Kuala Tungkal berada dekat kuala dan laut. Sehingga, bila tercipta awan hujan di laut dan didarat dikhawatirkan menimbulkan puting beliung atau angin berputar ke daratan.

Sebagai bukti, pada Minggu (11/3) telah terjadi angin puting beliung. Di mana, angin menghantam dan memporakporandakan dua kelas bangunan kayu milik SMKN 1 di wilayah Manunggal Kuala Tungkal. Keberadaan SMKN 1 Kuala Tungkal itu tidak berapa jauh dari Sungai Pengabuan. (dun)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help