Harga Pinang Anjlok, Kemudian Ini yang Terjadi Pada Petani di Tanjabtim

Saat ini, pinang kering dari petani hanya dihargai Rp 5.000, per kilogram. Itu jauh menurun dibandingkan beberapa bulan lalu...

Harga Pinang Anjlok, Kemudian Ini yang Terjadi Pada Petani di Tanjabtim
Tribun Jambi/Zulkifli
Petani pinang di Tanjab Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Petani pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengeluhkan harga pinang yang terus turun sejak sebulan terakhir.

Saat ini, pinang kering dari petani hanya dihargai Rp 5.000, per kilogram. Itu jauh menurun dibandingkan beberapa bulan lalu yang berada di rentang Rp 11 ribu-Rp 12 ribu per kilogram.

Firmansyah, satu di antara petani di Desa Lambur, Kecamatan Sabak Timur, Tanjabtim, mengatakan kalau situasi seperti ini terus berlanjut, perekonomian para petani pinang di Kabupaten Tanjabtim akan jatuh. Ditambah harga barang kebutuhan terus naik.

"Meskipun pinang bagi sebagian masyarakat bukan lah penghasilan utama, tapi ini sangat membantu pendapatan masyarakat, kalau begini kasian petani," kata Firmansyah, Selasa (13/3).

Petani hanya bisa pasrah dengan situasi itu dan berharap pihak pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan.

"Kita ini petani hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa. Mohonlah kepada pemerintah untuk memberikan solusinya," ujar Firman.

Baca: BREAKING NEWS Polda Jambi Kembali Obrak Abrik Beberapa Pondok di Pulau Pandan

Baca: Sidang Heboh, Ketua DPRD Mengaku di Depan Jaksa KPK, Ada Tradisi Meminta-minta Uang ke Pemerintah

Baca: Masih Sangat Jarang Dimiliki Warga Jambi, Ini Penampakan Samsung Galaxy A8 dan Galaxy A8 Plus

Penulis: Zulkifli
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved