Pilkades

Pilkades Sarolangun - PNS dan Guru Berbondong-bondong Nyalon, Ini Komentar Bupati

Juni mendatang, Kabupaten Sarolangun bakal menggelar pilkades serentak di puluhan desa. Kabarnya, bukan hanya masyarakat

Pilkades Sarolangun - PNS dan Guru Berbondong-bondong Nyalon, Ini Komentar Bupati
TRIBUNJAMBI/TEGUH SUPRAYITNO
Ilustrasi: Pilkades 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Juni mendatang, Kabupaten Sarolangun bakal menggelar pilkades serentak di puluhan desa. Kabarnya, bukan hanya masyarakat umum yang berniat menduduki jabatan Kades, tetapi juga para PNS bahkan guru juga tertarik dalam kancah perebutan dudukan tertinggi desa. Kendati demikian Bupati Sarolangun, Cek Endra tak merasa khawatir. Dia bilang jika PNS maupun guru yang berniat jadi Kades harus seizinnya.

Baca: Selain Afrizal, Sekda Kota Sungai Penuh juga Dikabarkan Maju Nyaleg Setelah Pensiun

"Tapi kita lihat juga, kalau di kantor posisi jabatannya vital, penting bagi kita, kita tidak izinkan. Tidak semua PNS yang mengajukan itu diizinkan, itu tergantung Bupati, namanya izin itu diajukan jadi kemungkinan tidak diberi izin itu ada, tapi sudah tidak pakai izin itu bebas, kalau ada izin berarti ada kewenangan Bupati untuk menolak, " katanya, Selasa (6/3).

Bupati juga tak keberatan jika guru ikut dalam kontestasi pencalonan Kades pada Juni mendatang. Tapi ironisnya, Kabupaten saat ini kekurangan tenga pengajar. Namun, menurut Cek Endra kekurangan guru di wilayah pedalaman kecamatan bukan dikarenakan kekurangan guru, melainkan persebaran guru yang tak merata. "Sekarang ini yang susah, gurunya menumpuk di kota tidak mau tinggal di desa," kata CE.

Menurut hitungannya, jumlah guru di Kabupaten Sarolangun telah cukup. "Guru kita secara jumlah cukup, cuman alokasinya. Kemarin saya marah-marah, sudah dipindahin diSPT-kan SPT-kan lagi," tambah Bupati.

Kedepan, Cek Endra menginginkan pendistribuan guru di Kabupaten Sarolangun bisa merata dan berjalan baik. Tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru dan tak ada lagi sekolah yang berlebih guru. Ia mengaku telah lama mengusulkan pemerataan guru, namun hal itu kembali lagi ke usulan dari pihak sekolah.

Baca: GALERI FOTO: Wah! Tambang Minyak Ilegal di Batanghari Kembali Beroperasi. Juga Bikin Sumur Baru

Baca: Pilkada Kerinci - Panwaslu Kerinci Akan Laporkan Akun Palsu ke Polisi

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help