Lahan Gambut Tetap Berkemungkinan Terbakar, Titik-titik Bisa Dari Luar Jambi

"Kita sosialisasikan kepada masyarakat. Misalnya, ada yang mau buka lahan. Kalau dibakar mungkin butuh..."

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
zoom-inlihat foto Lahan Gambut Tetap Berkemungkinan Terbakar, Titik-titik Bisa Dari Luar Jambi
Tribun Jambi
Ilustrasi.

Lahan Gambut Tetap Berkemungkinan Terbakar, Titik-titik Bisa Dari Luar Jambi

Laporan wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menanggapi isu kebakaran lahan gambut yang berkemungkinan terjadi, Dinas Kehutanan (Dinhut) Provinsi Jambi memberikan penjelasannya. Itu disampaikan Kepada Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lingkungan (RHL) Dinhut Provinsi Jambi, Bambang Yulisman, Kamis (1/3/18).

Menurutnya, kemungkinan kebakaran hutan tersebut tetap ada. Untuk menyikapi hal tersebut, Bambang mengatakan Dinas Kehutanan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

"Kita sosialisasikan kepada masyarakat. Misalnya, ada yang mau buka lahan. Kalau dibakar mungkin butuh waktu lebih cepat, tapi dengan penebasan lebih lama. Tapi efeknya (dibakar) itu yang berbahaya," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk lahan-lahan yang terbakar, pihaknya selalu berusaha melakukan reboisasi. Namun, proses penghijauan tersebut butuh waktu yang sangat lama.

Sebagai contoh, katanya, kebakaran besar pada 2015 lalu menghabiskan puluhan hektar. Sampai saat ini, baru ratusan hektar yang dapat dihijaukan.

Untuk itu, dia mengimbau agar dalam pembukaan lahan agar menghindari cara membakar.
Di tempat terpisah, Rabu (28/2/18), pihak Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) mengatakan, di provinsi Jambi, ada dua kabupaten yang memiliki lahan gambut. Kabupaten tersebut adalah Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Menurut Nurazman, Kepala Seksi Wilayah III TNBS, kebakaran gambut sulit dipadamkan.

"Karena lahan gambut ini tidak selalu terbakar di atas. Susahnya, kalau terbakar di bawah," jelasnya.

Syamsul Bahri, Kepala Seksi Wilayah I TNBS Jambi menjelaskan, meski di wilayah Jambi masih musim hujan, tapi kebakaran gambut bisa saja datang dari titik-titik api dari luar Jambi.

"Jambi ini ibaratnya terkepung. Ada Riau, ada Sumsel (Sumatera Selatan). Meski sampai sekarang masih musim hujan, tapi kemungkinan (kebakaran) itu tetap ada," terangnya.

Ditambahkan pula oleh Kepala Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabridalkarhut) TNBS menambahkan, titik rawan terjadi di beberapa lokasi. Di STPN 3, ada di desa Cemara, dan beberapa desa lain.

"Kalau di STPN 1 ada di desa Sungai Aur, Rantau Rasau dan Sungai Rambut," ujarnya.

Sementara untuk STPN 2, ada di resort Lalan dan resort Teluk Buntu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak TNBS beserta Polisi Kehutanan Jambi telah melakukan sosialisasi sejak dini kepada warga di daerah-daerah tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved