Blokir Jalan Dibuka, Warga Akan Adakan Pertemuan Dengan Polres Kerinci
Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan ratusan warga Kecamatan Pangkalan Jambu, akhirnya dibuka.
Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan ratusan warga Kecamatan Pangkalan Jambu, akhirnya dibuka.
Pemblokiran dibuka setelah dilakukan perundingan cukup alot antara Polres Merangin, TNI Pemkab dan warga setempat.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama, Sabtu (17/2).
Kapolres mengatakan, setelah dilakukan perundingan warga akhir membuka pemblokiran. Namun warga meminta agar enam warga mereka yang diamankan Polres Kerinci bisa dibebaskan.
“Sekitar pukul 3.00 Wib, pemblokiran dibuka setelah dilakukan perundingan,” kata Kapolres.
Saat ini ujarnya, arus lalu lintas sudah kembali lancar dan situasi kondusif. Sedangkan penangguhan penahanan enam warga, dilakukan perundingan di Mapolres Kerinci.
Diungkapkannya, saat pemblokiran terjadi sekitar 00.10 Wib, warga sempat mengamankan dua unit mobil dinas kota Sungai penuh.
Salah satu mobil tersebut ditumpangi oleh Sekda Kota Sungai Penuh.
Warga mengamankan mobil tersebut karena memaksa menerobos pemblokiran yang dilakukan warga.
Kesal dengan tindakan tersebut akhir warga mengamankannya.
Rombongan Sekda kota Sungai Penuh akhir dilepaskan dan melanjutkan perjalanan setelah setelah dilakukan mediasi.
Informasi lain yang didapatkan Tribunjambi.com, saat ini perwakilan dari warga Pangkalan Jambu bersama dengan Pemkab Merangin, Polres Merangin sedang di Kerinci.
Mereka melakukan pertemuan dengan Polres Kerinci terkait tuntutan mereka agar enam warga yang diamankan bisa dilepaskan.
Informasinya menyebutkan, jika tuntutan warga tidak bisa kabulkan, maka warga akan kembali melakukan pemblokiran jalan.
“Katanya batas waktu sampai pukul 15.00 Wib, jika tidak bisa disepakati, maka warga akan kembali blokir jalan,” ujar sumber tribunjambi.com. (*)