Sosialisasi Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) Generasi 2

BI-CAC merupakan suatu informasi sebagai pusat data, hasil penelitian dan pelaporan temuan uang palsu

Sosialisasi Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) Generasi 2
Tribun Jambi
Acara Sosialisasi Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) Generasi 2 merupakan lanjutan dari BI-CAC pertama. Acara digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (8/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Acara Sosialisasi Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) Generasi 2 merupakan lanjutan dari BI-CAC pertama. Acara digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (8/2).

Tidak hanya BI-CAC Generasi 2, acara ini juga menyampaikan materi Bank Indonesia Sistem Informasi Layanan Kas (BISILK) Kas Titipan dan Edukasi Uang Rupiah.

BI-CAC merupakan suatu informasi sebagai pusat data, hasil penelitian dan pelaporan temuan uang palsu dengan fungsi pengklasifikasian karakteristik masing-masing uang palsu atas hasil analisis laboratorium.

Implementasi aplikasi BI-CAC hingga saat ini belum mendukung proses bisnis pelaporan uang palsu secara optimal. Oleh karena itu dilakukan pengembangan aplikasi BI-CAC Generasi 2 untuk mengakomodasi seluruh kegiatan penatausahaan pelaporan uang palsu yang masuk ke Bank Indonesia dari perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah, orang-perorang maupun APARKUM.

Materi BI-CAC disampaikan oleh Gilang, Kasir BI Kantor Jambi. Untuk materi BISILK disampaikan oleh Kamaruzaman, Kasir BI Kantor Jambi dan Materi Edukasi Uang Rupiah disampaikan oleh Akbar Samudra, Penyelia Kas, Asisten Manajer PUR. Lalu Ismidul Ainain, Kepala Unit PUR yang siap menjawab pertanyaan peserta.

Peserta sosialisasi ini merupakan seluruh perwakilan perbankan di Provinsi Jambi. Acara sosialisasi dibuka Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Poltak Sitanggang.

Dalam kata sambutannya, Poltak menyampaikan BI akan selalu bekerja sama dari perbankan dan PJ PUR untuk senantiasa mengelolah keuangan dengan baik, agar masyarakat terlayani dengan baik.

"Bank Indonesia selalu bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait," ujarnya.

Ia juga menyampaikan inflow tahun 2017 mencapai Rp 4,339 T, menurun 1,3 persen atau Rp 5,9 M dibanding tahun 2016 yaitu Rp 4,398 T. Penggunaan uang tunai juga semakin kecil dan non-tunai semakin baik.

Uang tidak layak edar sudah masuk ke bank sentral dan telah dimusnahkan, hal ini ditahun 2017 semakin baik.

"Kita harapkan uang tidak layak semakin berkurang di Jambi, dan di bank sentral tidak akan ada lagi uang tidak layak edar,dan juga mudah mudahan transaksi non-tunai di Kota Jambi makin besar," tuturnya.

Ia juga menyampaikan ini merupakan hasil dari kita semua, hasil kerja sama dengan perbankan. Peningkatan hasil soil level dari terendah menjadi tertinggi se Indonesia.
Standar sortasi kelusuhan uang perbankan dengan kualitas ule yang semakin baik, dan campuran sortasi ule dan utle bank yg setor ke BI semakin berkurang.

Visi misi kedepannya ia berharap sinergi yang terus berlanjut karena tantangan yang semakin berat.

Orientasi layanan BI dan perbankan bukan hanya sekedar bisa melayani, tapi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help