Kisah Tragis, Gadis Manis Ini Memillih Bunuh Diri, Setelah Terus Terang Soal Seksualitasnya
Gadis manis ini menjadi orang kesekian yang memilih mengakhiri hidupnya setelah menerima perundungan.
Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM - Gadis manis ini menjadi orang kesekian yang memilih mengakhiri hidupnya setelah menerima perundungan.
Gara-gara pengakuannya tentang orientasi seksual, orang-orang mulai mengecamnya di media sosial.
Perundungan atau Bullying adalah masalah yang berkembang yang sering diabaikan dan dianggap tak ada oleh masyarakat.
Sayangnya, banyak siswa yang tidak dapat menangani perundungan lalu memilih mengakhiri nyawa mereka sendiri.
Berdasarkan data, bunuh diri adalah penyebab utama kematian ketiga di antara anak-anak muda.
Mengakibatkan sekitar 4.400 kematian per tahun, menurut CDC.
Untuk setiap kematian di kalangan anak muda, setidaknya ada 100 usaha bunuh diri.
Lebih dari 14 persen siswa SMA telah mempertimbangkan untuk bunuh diri, dan hampir 7 persen telah mencobanya.
Pengguna Facebook Czarine Santos mengecam para pengganggu kakaknya, karena telah menyebabkan sang kakak mengakhiri hidup.

Siswi cantik ini bernama Sophia, mengaku secara terbuka ia adalah biseksual, dan gara-gara itu ia dikecam di media sosial.
Perundungan itu tampaknya sangat parah sehingga Sophia mengakhiri hidupnya sendiri pada tanggal 24 Januari 2018.

Menurut Santos, intimidasi hadir di setiap sekolah.
"Ini adalah posting untuk menyadarkan semua orang yang melakukan intimidasi di sekolah, terlepas dari apakah publik atau swasta, katolik atau tidak, bahwa tindakan ini memang ada," katanya di statusnya.
"Juga, sebuah unggahan tentang homoseksualitas."
Rupanya, banyak siswa juga mulai mengejeknya karena melihat sebagai pria, penampilannya sangat cantik.
