Dampak Akibat PETI Bertambah - Dari Penyakit Kulit, Peredaran Narkoba dan Perebutan Lahan

Dampak Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) bukan saja terjadi pada pencemaran lingkungan. Tapi juga banyak berdampak pada warga

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Kunjungan Badan Lingkungan Hidup Pemprov Jambi ke Kab. Merangin. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Dampak Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) bukan saja terjadi pada pencemaran lingkungan. Tapi juga banyak berdampak pada warga yang berada di sekitar lokasi.

Hal itu diakui oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, saat menyambut kunjungan kerja LH Provinsi bersama peneliti dari Unja, Kamis (25/1).

Pada kesempatan itu Bupati Merangin, Al Haris yang ikut dalam pertemuan tersebut meminta, kepada OPD terkait untuk menyampaikan hasil temuan di lokasi PETI. Kepada Dinas Kesehatan, bupati ingin mengetahui apa saja penyakit di wilayah PETI.

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Tersangka OTT Suap Ketok Palu Tiba di Jambi

Kadis Kesehatan Merangin, Solahudin mengatakan, di lokasi PETI penyakit yang sangat mereka khawatirkan adalah malaria. Hal itu mengingat di lokasi PETI banyak air yang tergenang akibat lubang yang digali dalam aktivitas PETI.

“Penyakit yang kami khawatirkan itu adalah malaria. Tapi nyatanya penyakit itu tidak muncul diwilayah PETI,” ujarnya.

Dia mengaku, belum mengetahui apa penyebab penyakit tersebut tidak muncul. Apakah jentik nyamuk mati akibat bahan kimia yang dipakai dalam beraktivitas atau ada penyebab lainnya.

Namun Solahudin mengatakan, lokasi PETI penyakit yang banyak muncul adalah penyakit kulit. Penyakit kulit ringan gata-gatal akibat kotoran.

“Tapi panyakit kulit muncul karena lokasi PETI kotor, kita belum menemukan penyakit kulit akibat bahan kimia,” ungkapnya.

Sementara beberapa OPD lainnya juga membeberkan beberapa dampak PETI yang terjadi di lokasi PETI. Seperti Kepala Badan Lingkungan Hidup Merangin, Zuhifni mengatakan, selain kerusakan lingkungan dampak PETI juga banyak merubah prilaku sosial masyarakat sekitar.

Baca: Bocah 5 Tahun Berjalan Kumpulkan Botol-botol Bekas Sejauh 2,2 Km, Ternyata Untuk Ini

Baca: Astaga, Beredar Foto Panas di Netizen Kerinci, Kali Ini Pakai Istilah Es Krim

Hal itu juga diakui oleh Kapela Dinas Sosial Merangin, Rislan bahwa dampak sosial yang terjadi di lokasi PETI sangat nampak. Terutama prilaku hidup warga di sekitar lokasi jauh berubah dari sebelumnya.

“Seperti peredaran narkoba meningkat di lokasi PETI. Hubungan kekeluarga juga berkurang akibat rebutan lahan untuk lokasi PETI,” jelasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved