KEJAM! Ibu Ini Ikat dan Seret Anaknya di Belakang Motor karena Curi Tabungan Keluarga

Setiap anak pasti akan mengalami masa kenakalan yang cukup membuat repot para orangtua. Tidak heran apabila beberapa orangtua menerapkan

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti | Editor: Fifi Suryani
Viral 4 Real
Seorang ibu tega menghukum anak sendiri dengan cara mengikat dan menyeretnya di bagian belakang motor. 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap anak pasti akan mengalami masa kenakalan yang cukup membuat repot para orangtua.

Tidak heran apabila beberapa orangtua menerapkan berbagai macam metode hukuman untuk memberikan efek jera.

Apabila metode yang digunakan sesuai, anak akan bisa belajar dari kesalahannya dan menghindari untuk mengulangi lagi.

Namun, terkadang sebagian orangtua terlalu keras saat memberikan hukuman pada anak mereka.

Meski sebagai bentuk disiplin, hal itu bisa menimbulkan trauma emosional yang berakibat bahaya psikologis jangka panjang.

Baca: Ingin Menakuti Anak-anak Pulang Mengaji dengan Kostum Pocong, 4 Remaja Malah Menabrak Polisi

Banyak anak yang harus kehilangan nyawa di tangan orangtua mereka sendiri akibat hukuman yang diberikan terlalu kasar atau kejam.

Para orangtua membela diri dengan mengatakan itulah cara mereka untuk mendisiplinkan anak-anak.

Hal tersebut sama seperti yang dilakukan oleh seorang ibu di Cina.

Dilansir dari Viral 4 Real, Selasa (23/1/2018), ibu tersebut mengikat tangan sang anak di belakang motor dan menyeretnya di jalanan Zhaotong, Provinsi Yunnan, Cina.

Si anak terlihat menangis meraung-raung sementara sang ibu tetap berada di kursi pengemudi dan menjalankan motornya.

MENANGIS
Meski sudah diperingatkan oleh warga sekitar, ibu ini tetap nekat menyeret anaknya sendiri sebagai bentuk hukuman. (Viral 4 Real)

Seorang warga yang mengetahui mencoba menghentikan aksi mengerikan tersebut.

Namun, si ibu mengklaim ia telah melakukan hal tersebut selama 3 hari berturut-turut.

Menurutnya, menyeret anak di belakang motor merupakan hukuman paling efektif untuk memberikannya pelajaran.

Ia tega melakukan hal ini lantaran si anak telah mencuri tabungan keluarga sebesar 2.000 RMB atau sebesar 4,1 juta rupiah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved