TribunJambi/

Selain Penjara, Andi Narogong Juga Dituntut Bayar 2,1 Juta Dollar AS dan Rp 1,1 Miliar

Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong tidak cuma dituntut pidana penjara dan membayar denda.

Selain Penjara, Andi Narogong Juga Dituntut Bayar 2,1 Juta Dollar AS dan Rp 1,1 Miliar
Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong tidak cuma dituntut pidana penjara dan membayar denda.

Terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP itu juga dituntut membayar uang pengganti oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami menuntut supaya terdakwa membayar uang pengganti 2,1 juta dollar AS (sekitar Rp 28,4 miliar dengan kurs 1 dollar AS = Rp 13.554) dan Rp 1,1 miliar," ujar jaksa Mufti Nur Irawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca: Menurut KPK, Pernyataan Andi Narogong Terkait Persekongkolan pada Proyek E-KTP, sangat Penting

Menurut jaksa, jika tidak membayar dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda milik Andi akan dilelang. Namun, jika harta tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Jumlah uang pengganti itu sama dengan keuntungan yang diperoleh Andi dalam proyek e-KTP, yakni sebesar Rp 2,5 juta dollar AS dan Rp 1,1 miliar.

Baca: Jaksa KPK Tuntut Andi Narogong Delapan Tahun Penjara

Namun, Andi telah membayar 350.000 dollar AS kepada KPK.

Andi dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh jaksa KPK. Menurut jaksa, Andi terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Perbuatan Andi juga telah membuat kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help