Tunggakan Pelanggan PLN Sungaipenuh Capai Rp 600 Juta, Pemda Termasuk Menunggak
Tunggakan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih cukup besar, termasuk instansi dan dinas pemda juga menjadi penunggak.
Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Tunggakan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih cukup besar.
Menurut PLN Rayon Sungai Penuh, jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran mencapai ratusan juta.
Kepala PLN Rayon Sungai Penuh, Indra mengatakan sampai saat ini masih terdapat tunggakan pelanggan umum dan pemerintah daerah Kota Sungai Penuh dan Kerinci.
Di Oktober lalu tercatat jumlahnya sebesar Rp600 juta.
"Iya kita masih terdapat pélanggan nunggak bayar listrik. Ada sekitar Rp 600 juta pelanggan umum, kalau Pemda juga ada tapi saya tak ingat jumlahnya, saya masih di luar," katanya via ponsel Kamis (2/11).
Dia mengatakan upaya PLN dalam mengurangi tunggakan tersebut yakni dengan melakukan penagihan hingga menyurati pelanggan.
Diberinya masa tenggang selama tiga búlan.
"Kalau juga tidak melunasinya sampai tiga bulan, maka bisa dicabut ampere listriknya. Dan ini sudah ada yang kita lakukan," katanya.
PLN Rayon Sungai Penuh berharap pelanggan yang sudah lama menunggak untuk segera melunasinya, termasuk dinas maupun instansi daerah.
"Kita juga sering tutun ke lapangan melakukan tindakan bagi pelanggan yang menunggak atau sudah jatuh tempo," bebernya.
Ditambahkan Indra bahwa pihaknya menyarankan agar pelanggan yang pakai ampere biasa, agar bisa migrasi ke amper pulsa.
Untuk itu, tinggal mélaporkan saja ke kantor PLN. "Untuk proses nggak ada biaya. Tapi yang biaya biasa materai, surat perjanjian baru, yang dibayar Kwh yang belum tertagih saja," jelasnya.
Industri Belakangan
Total pelanggan PLN Rayon Sungaipenuh hingga saat ini sebanyak 61 ribu pelanggan, dengan daftar tunggu ada 70 pelanggan.
Pelanggan tersebut sebagian dari rumah tangga, kantor, dan ruko. Manajer PLN mengatakan pihaknya lebih mengutamakan rumah tangga terlebih dahulu.
Sedangkan yang daya besar ditangguhkan, sesuai daya listrik. "Kalau rumah tangga kita tidak bisa nolak, kalau industri bisa," katanya.
Selain itu banyak pelanggan yang migrasi ke prabayar di Sungaipenuh dan Kerinci. Dalan satu bulan, sebutnya, bisa sampai 30 pelanggan.
"Kita tak membatasi ampere 900 atau 1300. Sesuai persediaan yang ada," katanya. (Hdp)