TribunJambi/
Home »

News

» Jakarta

Ramai Pemberitaan Sang Kakak Jadi Ketua Program OK OCE, Ini yang Dilakukan Sandiaga Uno

Keputusan Sandiaga Uno mencopot kakak kandungnya, Indra Uno dari jabatan Ketua Program OK OCE diapresiasi.

Ramai Pemberitaan Sang Kakak Jadi Ketua Program OK OCE, Ini yang Dilakukan Sandiaga Uno

TRIBUNJAMBI.COM- Keputusan Sandiaga Uno mencopot kakak kandungnya, Indra Uno dari jabatan Ketua Program OK OCE diapresiasi.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan, pencopotan sudah tepat karena apabila Indra Uno tetap di tim justru memunculkan gejolak dari masyarakat.

Salah satunya pandangan dari masyarakat bahwa terjadi nepotisme.

Serta membuat program OK OCE jadi rawan penyimpangan.

“Penunjukan itu berpotensi adanya praktek KKN. Penunjukan itu mencerminkan sifat Pak Uno (Sandiaga Uno) yang sangat nepotisme. Sehingga bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang di dalamnya ada prinsip akuntabilitas dan transparansi,” jelas Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, Rabu (11/10/2017).

Selain itu muncul pula kekhawatiran masuknya Indra Uno dalam program Oke-Oce menurunkan rasa percaya masyarakat terhadap program tersebut.

Akibatnya berujung pada kegagalan dan salah sasaran.

Belum lagi latar belakang Indra Uno yang dominan pengusaha dikhawatirkan mengarahkan kebijakan cenderung menguntungkan kelompok pendukungnya.

Bukan hanya rawan korupsi tapi juga ketidakefektifan program Oke-Oce.

"Penggantian itu sudah baik, supaya tidak terjadi konflik kepentingan karena kalau dipertahankan khawatir muncul ketidakpercayaan masyarakat,” imbuh Trubus.

Berdasarkan situs Linkedin, Dr. Indra Uno sekarang menjabat sebagai komisioner PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dan PT Cakrawala Andalas Telvisi (ANTV).

Selain Ketua dari Yayasan Mien R. Uno, sebuah organisasi pendidikan kewirausahaan anak muda, Indra Uno juga Vice Chairman dari Yayasan Budaya Luhur, Komisioner Jatis Mobile, dan pendiri PT TPS Consulting Indonesia.

Indra Uno meraih gelar pendidikan doctor di bidang Strategic Managementdari Universitas Indonesia.

Sebelumnya, ia mendapat gelar Master Administrasi Bisnis dari University of Southern California, Amerika Serikat (AS) dan Master of Science bidang Aerospace Engineering University of Michigan, AS.

Sementara gelar sarjana pertama kali diraihnya tahun 1986-1989 di Wichita State University, AS, jurusan Aerospace Engineering.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help