Masjid Tertua di Kerinci dan Sungai Penuh ini Butuh Bantuan

Fasilitas air bersih dan tempat pemandian di Masjid Agung Pondok Tinggi kondisinya memprihatinkan. Sehingga belum optimal

Masjid Tertua di Kerinci dan Sungai Penuh ini Butuh Bantuan
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Masjid Agung Pondok Tinggi, Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci 

SUNGAI PENUH, TRIBUN - Fasilitas air bersih dan tempat pemandian di Masjid Agung Pondok Tinggi kondisinya memprihatinkan. Sehingga belum optimal digunakan masyarakat dan juga jamah masjid.

Masjid tertua di Sungai Penuh dan sudah menjadi cagar budaya ini memerlukan bantuan dari pemerintah. Para jamaah dan pengurus Masjid berharap adanya perhatian untuk meningkatkan fasilitas tersebut.

Wakil ketua pengurus Masjid Agung Pondok Tinggi, Zulkarnain mengatakan sejak empat tahun terakhir fasilitas air bersih dan pemandian menjadi kendala bagi para jamaah masjid. Karena membutuhkan anggaran yang besar. Meski pihaknya telah mengajukan bantuan kepada Pemkot Sungai Penuh, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Zulkarnain menambahkan terdapat dua fasilitas yang perlu dibenahi, yaitu pengadaan air bersih yang disalurkan dari hulu desa sungai jernih langsung ke masjid dengan menggunakan pipa paralon. "Dan perbaikan tempat pemandian dan WC yang telah lama tak dapat digunakan dengan baik oleh para jamaah," jelasnya Rabu (31/5).

Depati Zulkarnain mengatakan pihaknya berharap agar pemkot Sungai Penuh dapat membantu pembangunan masjid yang saat ini telah menjadi destinasi wisata religi. Baik dari wisatawan lokal maupun luar daerah.

Sedangkan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sungai Penuh, Zulwachdi dikonfirmasi mengakui masjid Agung Pondok Tinggi masuk cagar budaya mikik Kota Sungai Penuh. Sehingga ada dianggarkan melalui APBD demikian juga dengan petugas sudah ditentukan.

Hanya saja, jelasnya, pihaknya tak menganggarkan dana untuk pembangunan maupun perbaikan itu. Ia menyebutkan besar kemungkinan untuk hal itu ditangani dinas pemukiman wilayah. "Benda cagar buddaya memang masuk ke kito (dinas pariwisata dan kebudayaaan) namun untuk tahun ini hanya ada anggaran untuk inventarisir. Sedangkan dana atau kegiatan pembangunan belum ada untuk tahun ini. Mungkin itu masuk di dinas perkim," tandasnya. (Hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved