Rabu, 10 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Aksi Massa di Bungo

Massa Bubar Setelah Bakar Rumah Polisi

TRIBUNJAMBI.COM ‑ Setelah melakukan penyerangan terhadap Mapolsek Tanah Sepenggal Lintas, massa membakar rumah.

Tayang:
Penulis: Herupitra | Editor: Deddy Rachmawan


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO ‑ Setelah melakukan penyerangan terhadap Mapolsek Tanah Sepenggal Lintas, massa berjumlah ribuan orang baru bisa ditenangkan setelah mereka berhasil membakar rumah, lima unit ruko dan satu mobil milik polisi yang diduga menembak seorang warga.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribun, di lapangan terjadinya penyerangan terhadap Mapolsek dan terjadinya amuk massa, sejak Selasa (15/5) sore pukul 16.00 hingga pukul 04.00, Rabu (16/5) dini hari.
Penyerangan disebabkan amarah warga terhadap anggota polsek Tanah Sepenggal yang diduga menembak seorang warga atas nama Hamdan warga Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal.
Berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan, setelah melakukan penyerangan terhadap Mapolsek hingga porak‑poranda, massa terus melakukan penyerangan.
Mereka menyerang polisi yang menghadangnya saat hendak menguasai rumah anggota polisi yang diduga menembak warga. Massa menyerang dengan cara melempar batu.
Meski telah diupayakan negosiasi yang dilakukan oleh bupati, wakil bupati serta Ketua DPRD Bungo, massa tetap tak bisa ditenangkan.
Massa terus melempari polisi yang terdiri dari 2 peleton Brimob dan 4 peleton Sabhara. Polisi yang datang dari Polres Merangin, Tebo dan Polda Jambi, dibuat kewalahan oleh massa. 
Sekitar pukul 23.30 polisi yang terus dihujani lemparan itu, akhirnya memilih mundur ke Mapolsek.
Setelah polisi mundur dari persimpangan jalan di Lubuk Landai, massa lalu menyerang rumah polisi yang diduga melakukan penembakan. 
Massa membakar rumah polisi tersebut. Bukan hanya itu, ruko lima pintu milik polisi itu yang ada di samping rumah, juga dibakar massa. Ikut terbakar satu unit mobil Avanza milik polisi.
Pembakaran terjadi sekitar pukul 00.00. Warga juga mengusir petugas kebakaran yang datang untuk memadam api tersebut.
Dalam kejadian tersebut dua orang perwira polisi dan dua bintara terluka. Puluhan polisi lainnya termasuk Kapolres Bungo AKBP Budi Wasono terkena lemparan batu.
Menurut keterangan warga, massa sebenarnya tak ada niat ingin menyerang polisi yang menghadang mereka. Niat mereka adalah untuk menghakimi polisi tersebut.
"Setelah membakar rumah, tadi malam (kemarin, red) massa baru puas dan bisa tenang," ujar warga yang menolak menyebutkan namanya, di lokasi kemarin.
Hal itu juga diakui oleh sejumlah aparat yang masih berjaga‑jaga di lokasi. Menurut mereka setelah berhasil membakar rumah, massa baru puas, dan tak ada lagi melakukan pelemparan. "Setelah membakar rumah dan ruko, mereka berbaur dengan kita," ujar aparat di lokasi.
Massa baru membubarkan diri sekitar pukul 04.00, setelah api yang membakar rumah tersebut padam dengan sendirinya.
Pantauan Tribun di lokasi pasca-amukan massa, suasana di lokasi telah kondusif. Warga terlihat telah menjalankan aktivitas mereka masing‑masing. Anak‑anak sekolah juga terlihat tetap melakukan proses belajar mengajar.
Sisa rumah yang habis terbakar, menjadi tontonan warga. Banyak warga dari berbagai desa datang untuk melihatnya. (pit)
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved