TOPIK
Dampak Dolar Naik ke Jambi
-
Kenaikan harga gula pasir di Kota Jambi merupakan satu di antara dampak menguatnya Dolar AS hingga Rp18.019 pada Selasa (9/6/2026).
-
Di Jambi, biasanya, penurunan harga diikuti peningkatan permintaan. Namun, kali ini justru sebaliknya, harga turun, pembeli sepi.
-
Pakar Ekonomi Universitas Jambi menilai melemahnya daya beli masyarakat dipengaruhi pendapatan, ketidakpastian ekonomi, hingga pelemahan rupiah.
-
Meski harga ayam potong di Kota Jambi turun, transaksi di pasar tradisional terbesar di Jambi itu sepi beberapa hari terakhir.
-
Warga Kota Jambi mengaku kesulitan mendapatkan MinyaKita sehingga sebagian mulai beralih menggunakan minyak goreng curah.
-
Pedagang di Pasar Angso Duo, Kota Jambi mengaku jumlah pembeli menurun dalam beberapa hari terakhir meski harga berbagai komoditas normal.
-
“Seratus persen kedelai impor dari Amerika Latin. Tidak ada kedelai lokal. Belinya pakai dolar AS, jadi kalau dolar naik, perajin tempe pasti kena"
-
Di Kota Jambi, perajin tempe bersiap-siap menghadapi lonjakan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama.
-
Dolar AS naik memberikan dampak luas terhadap sektor riil masyarakat, termasuk di daerah seperti Provinsi Jambi.
-
Selama ini, produsen tempe tahu di Jambi mengandalkan kedelai impor lantaran produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
-
Petani sawit di Batang Hari khawatir jika nilai tukar dolar terus naik, harga kebutuhan lain termasuk pupuk juga akan kembali melonjak.
-
Harga pupuk di Kabupaten Batang Hari naik signifikan dalam dua bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan baku.
-
Kenaikan kurs dolar AS ke Rp17.602 belum berdampak pada harga sawit maupun upah pekerja kebun di Kecamatan Merlung, Tanjung Jabung Barat.
-
Produsen tempe dan tahu di Kota Jambi menyebut pasokan kedelai masih aman meski dolar AS menembus Rp17.000.