Tragedi PETI di Sarolangun
8 Pekerja Tewas Tertimbun Longsor, Pemilik Lahan PETI Sarolangun Kabur
Pemilik lahan di Desa Temenggung Kabupaten Sarolangun yang diduga menjadi kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga kabur.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemilik lahan di Desa Temenggung Kabupaten Sarolangun yang diduga menjadi kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melarikan diri dari kejaran polisi.
Seperti diketahui pada Selasa (20/1/2026) lalu delapan orang pekerja di kawasan tersebut harus meregang nyawa setelah tertimbun di dalam tanah saat sedang melakukan penambangan emas.
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko mengatakan bahwa identitas pemilik lahan sudah diketahui namun dia melarikan diri.
Pemilik lahan tersebut diketahui berinisial ID yang juga merupakan warga Kabupaten Sarolangun.
"Masih proses penyelidikan, pemiliki lahan sudah teridentifikasi. Namun kami masih mencari pemilik lahan karena saat kami datangi rumahnya, dia sudah meninggalkan rumah," jelas Hadi Handoko, Selasa (10/2/2026).
Hadi Handoko menjelaskan bahwa ID dikabrkan menghilang setelah peristiwa yang mengakibatkan delapan pekerja tersebut meninggal dunia.
"Sejak kejadian itu (dia menghilang)," sebutnya.
Lebih lanjut terkait dengan keterlibatan pemilik lahan, apakah juga berperan sebagai pemilik modal. Hadi masih belum banyak memberikan keterangan.
Ia mengatakan bahwa saat ini akan fokus terlebih dahulu untuk mencari tahu keberadaan ID.
"Kita belum tau karena harus meminta keterangan langsung. Mohon doanya," kata dia.
Pada berita sebelumnya, diketahui bahwa delapan orang pekerja meninggal dunia di kawasan yang diduga menjadi lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung , Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.
Saat itu, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa ada total 12 orang dengan keterangan delapan orang meninggal dunia dan empat orangmengalami luka-luka.
Erlan mengatakan peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Di mana kondisi sedang hujan, namun para pekerja tetap melakukan aktivitas.
Dalam kondisi tersebut, akibat intensitas hujan tinggi terjadi pergeseran struktur tanah hingga mengakibatkan longsor dan membuat para pekerja yang berada di dalam kawasan pertambangan tertimbun tanah longsor.
"Dari informasi yang kita terima, saat itu hujan deras sehingga terjadi pegerakan tanah sehingga menimbun para pekerja di sana," jelasnya pada Rabu (21/1/2026).
Diketahui korban meninggal dunia yakni K, T, SL, AA, O, SR, K, dan satu orang lainnya yang belum diketahui identitasnya.
Sementara itu, empat orang lain dalam kondisi luka-luka yakni IM, S, IS, dan L.
Baca juga: Polda Jambi Hadang BBM Ilegal Asal Sumbar, Ribuan Liter Solar Nyaris Masuk ke PETI
| 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun Awal Tahun Ini sementara Pemilik Kabur |
|
|---|
| Identitas 4 Pekerja Tambang Emas Ilegal yang Tewas di Sarolangun |
|
|---|
| 2 Warga Sumsel dan 1 Warga Bengkulu Tewas Dalam Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun |
|
|---|
| Lagi, Tambang Emas Ilegal di Sarolangun Makan Korban, 4 Pekerja Tewas |
|
|---|
| Pemilik Lahan PETI di Sarolangun Kabur setelah 8 Orang Tewas Terkubur Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kanit-Tindak-Pidana-Tertentu-Tipidter-Ditreskrimsus-Polda-Jambi-AKBP-Hadi-Handoko.jpg)