Rabu, 27 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Usulkan Program Strategis ke Kementan RI

Wakil Bupati Katamso secara resmi menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Tayang:
Penulis: Sopianto | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Sopianto
KUNJUNGAN - Wakil Bupati Katamso secara resmi menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana. Kegiatan berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati pada Jumat (22/5/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengusulkan sejumlah program strategis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Wakil Bupati Katamso secara resmi menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana.

Kegiatan berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati pada Jumat (22/5/2026).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana.

Rombongan didampingi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi.

Turut hadir Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor dan Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

Wakil Bupati juga didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Hadir pula Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan serta tamu undangan lainnya.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau langsung efektivitas dan progres program strategis Kementan di wilayah Jambi.

Fokus peninjauan diarahkan khusus ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam pemaparannya, pihak Kementan RI menyampaikan bahwa peninjauan difokuskan pada tiga program utama.

Program pertama adalah peningkatan kualitas pembibitan kopi.

Program ini bertujuan memastikan kuantitas dan kualitas bibit kopi unggul sebelum didistribusikan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.

Program kedua adalah Optimalisasi Lahan (Oplah) Padi Tahun 2024.

Program ini mendorong indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun atau IP 300.

Upaya tersebut ditujukan untuk mewujudkan swasembada pangan daerah.

Program ketiga adalah penguatan koordinasi kewilayahan.

Koordinasi dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten guna mengikis hambatan birokrasi di lapangan.

Tujuannya agar implementasi program pusat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Wakil Bupati Katamso menyambut hangat kedatangan rombongan Kementan RI.

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Tanjab Barat.

Katamso menegaskan perhatian tersebut sangat penting bagi pengembangan komoditas unggulan daerah.

Komoditas andalan yang dimaksud meliputi kopi, kelapa, dan padi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelatihan dan bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujar Katamso.

Ia menyatakan Pemkab Tanjab Barat siap bersinergi dengan pemerintah pusat.

Termasuk di antaranya rencana pembentukan Brigade Pangan.

Brigade Pangan akan bertugas mengawal peningkatan produktivitas padi dan perluasan areal tanam.

Selain itu, Wakil Bupati Katamso menyampaikan dua usulan krusial kepada Staf Ahli Menteri Pertanian.

Usulan tersebut dinilai penting demi keberlanjutan hajat hidup petani di Tanjab Barat.

Usulan pertama adalah revitalisasi sistem pengairan atau infrastruktur sungai.

Pemkab memohon bantuan perbaikan pengairan di sejumlah kecamatan rawan banjir.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pengabuan, Bram Itam, hingga Batara.

Perbaikan dinilai mendesak agar bantuan bibit dari pusat tidak rusak akibat genangan air.

Usulan kedua adalah penetapan Harga Enceran Bawah atau floor price kelapa.

Pemkab mengusulkan harga minimal kelapa sebesar Rp5.000 per butir.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga kelapa di tingkat petani.

Langkah tersebut juga diharapkan melindungi kesejahteraan petani dari fluktuasi pasar.

“Mengingat mayoritas masyarakat Tanjab Barat adalah petani kelapa,” kata Katamso.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama mempercepat koordinasi teknis.

Koordinasi dilakukan antara dinas terkait di daerah dengan jajaran Kementerian Pertanian RI.

Langkah ini diharapkan mempercepat terwujudnya target swasembada pangan di Tanjung Jabung Barat. (Tribun Jambi/Sopianto)

Baca juga: Catut Nama Gubernur Jambi untuk Penipuan Investasi, Halatun Laporkan Titin ke Polda Jambi

Baca juga: Apakah Bensin Campur Etanol 5 Persen Pengaruhi Kendaraan? Pengguna Motor 2-Tak Perlu Waspada

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved