Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Muaro Jambi

Patungan Warga dan Perusahaan, Jembatan Bentari Berdiri Kokoh di Kumpeh

Jembatan Bentari dibangun dari swadaya warga dan dukungan perusahaan untuk memperkuat akses serta ekonomi masyarakat Kumpeh.

Tayang:
Penulis: Muzakkir | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Muzakkir
DIRESMIKAN - Jembatan Bentari dibangun dari swadaya warga dan dukungan perusahaan untuk memperkuat akses serta ekonomi masyarakat Kumpeh. 

TRIBUNJAMBI.COM,  SENGETI - Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), meresmikan Jembatan Bentari (Betung Batanghari) yang berlokasi di Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Kamis (11/6).

Keberadaan jembatan permanen ini diproyeksikan menjadi urat nadi konektivitas baru yang krusial bagi peningkatan taraf hidup, pemerataan pembangunan, serta percepatan roda perekonomian masyarakat pedesaan.
​Pembangunan infrastruktur konektivitas tersebut merupakan wujud komitmen nyata  dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok. 

Mengingat karakteristik geografis Kabupaten Muaro Jambi didominasi oleh kawasan dataran rendah, rawa, serta jaringan sungai yang luas. Keberadaan jembatan yang representatif ini menjadi sarana vital guna menjamin kelancaran mobilitas warga sehari-hari.

​Jembatan Bentari ini dibangun membentang di atas saluran air dengan kondisi lingkungan rawa dan lahan basah khas wilayah Kumpeh. Sebelum infrastruktur ini ditingkatkan menjadi permanen, masyarakat setempat menyeberangi sungai itu dengan perahu, kemudian ditingkatkan menjadi jembatan gantung. Setelah sekian lama, akhirnya ditahun 2026 ini ditingkatkan menjadi jembatan permanen.

​Secara teknis, jembatan strategis ini memiliki panjang total mencapai 62 meter dengan lebar bersih 4 meter. Dimensi tersebut dirancang secara cermat agar mampu mengakomodasi lalu lintas kendaraan roda dua, kendaraan roda empat berukuran ringan hingga sedang, serta kendaraan operasional desa guna menunjang kelancaran distribusi hasil bumi.

​Mengingat daya dukung tanah rawa gambut yang relatif rendah, proyek senilai Rp1,55 miliar yang bersumber dari dana swadaya masyarakat,  perusahaan dan bantuan Bupati Muaro Jambi ini menerapkan pendekatan teknik sipil khusus. Struktur bawah jembatan diperkuat dengan sistem pondasi tiang pancang yang ditanam hingga mencapai lapisan tanah keras di bawah permukaan rawa. Tiang-tiang penyangga tersebut dipasang secara berulang di sepanjang bentang jembatan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.

​Selain tiang pancang, konstruksi bawah jembatan dilengkapi dengan sistem pengaku silang atau cross bracing. Komponen ini berfungsi meningkatkan kekakuan (stiffness) struktur utama, mereduksi getaran, serta menahan gaya lateral akibat arus air atau beban kendaraan yang melintas, sehingga jembatan tetap aman dalam jangka waktu yang panjang.

Jembatan ini memangkas waktu tempuh secara signifikan, menurunkan biaya operasional transportasi, serta mempercepat distribusi komoditas lokal menuju pasar induk maupun pusat kota.

​Tak hanya di sektor ekonomi, manfaat jembatan ini merambah ke sektor pelayanan publik dan sosial. Dalam bidang pendidikan, anak-anak sekolah kini dapat melintasi jalur yang aman tanpa dihantui risiko bahaya perairan saat musim penghujan. Akses warga menuju fasilitas kesehatan, pusat pemerintahan dan rumah ibadah pun kini menjadi jauh lebih inklusif.

​Melalui peresmian ini, Jembatan Bentari resmi berdiri sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang kokoh. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berharap infrastruktur ini tidak sekadar menjadi penghubung fisik, namun menjadi katalisator kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh masyarakat Desa Betung dan sekitarnya.

"Kami sangat berterimakasih sekali. Dulu, kami nyebrang pake perahu, kemudian ada jembatan gantung dan kini jembatan permanen. Alhamdulillah rasa mimpi, sekarang mobil sudah bisa parkir depan rumah," kata kepala Desa Betung, Rifai.

Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Susesno menyebut jika pembangunan ini patut diberikan apresiasi karena pembangunannya menggunakan sistem swadaya.  Yakni sumbangan masyarakat,  CSR perusahaan ditambah dengan sumbangan lainnya. 

"Jembatan sudah jadi. Saya berharap jembatan ini bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan baik," ungkap Bupati BBS. 

Dirinya meminta kepada pemerintah Desa untuk membuat aturan mana-mana kendaraan yang boleh melintas dan kendaraan yang tidak boleh melintas.

"Kalau kapasitasnya 8 ton, ya mobil yang diatas 8 ton tidak boleh melintas," ungkapnya.  (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved