Berita Viral
Besok Jakarta Dikepung Massa Mahasiswa, Tuntut BBM Turun dan Stop Program MBG
Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI)
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Gelombang aksi mahasiswa kembali akan mengguncang Jakarta. Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek berencana menggelar demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Para mahasiswa menyatakan akan turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi ekonomi nasional, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN), Symphati Dimas, mengatakan peserta aksi akan mulai berkumpul sebelum Salat Jumat dan melaksanakan ibadah bersama di sekitar Bundaran HI sebelum memulai demonstrasi.
"Besok kumpul sebelum Jumatan, rencananya Salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Dimas kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat.
Baca juga: 63,2 Persen Warga Tak Setuju Harga BBM Naik, Prabowo Diminta Lindungi Daya Beli Rakyat
Baca juga: Tagihan Dapur MBG Triliunan Rupiah Memanas, Kepala BGN Nanik: Masalah Teknis
Dimas menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya melimpah seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Namun kenyataannya, kata dia, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dan belum terbebas dari persoalan kemiskinan maupun kelaparan.
"Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar," ujarnya.
Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Kampus
Konsolidasi yang digelar di Universitas Indonesia diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil dari berbagai perguruan tinggi.
Beberapa di antaranya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas se-UI, BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), hingga Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Dalam pernyataan sikap yang disusun bersama, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan nasional yang dinilai semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Mereka menilai kondisi ekonomi masyarakat mengalami tekanan akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok, sementara ruang kritik terhadap pemerintah dianggap semakin menyempit.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan penggunaan aparat negara untuk membungkam pihak-pihak yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Bawa Lima Tuntutan Utama
Dalam demonstrasi yang akan digelar di Bundaran HI, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah.
Pertama, mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kedua, menuntut pemerintah segera menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
Ketiga, meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap perlu dievaluasi.
Keempat, menolak praktik militerisme di ruang sipil dan mendesak pemerintah menjaga supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.
Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan yang terjadi serta bertanggung jawab atas kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Mahasiswa Soroti Kenaikan Harga dan BBM
Terpisah, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan demonstrasi tersebut lahir dari hasil diskusi panjang yang dilakukan mahasiswa selama beberapa hari terakhir.
Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak menjadi salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat saat ini.
"Kita melihat kondisi negara saat ini. Harga-harga naik, BBM juga naik, terutama untuk golongan non-subsidi. Itu yang menjadi salah satu perhatian kami," ujar Dimas.
Ia menjelaskan, sebelum memutuskan turun ke jalan, mahasiswa terlebih dahulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Diskusi tersebut mencakup beragam isu mulai dari ekonomi, pendidikan, kesejahteraan sosial hingga kondisi politik nasional.
Dari hasil pembahasan itu, mahasiswa menyimpulkan bahwa persoalan yang terjadi saat ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan bersifat sistemik.
"Kita coba bahas satu per satu permasalahan yang ada. Dari situ kami melihat ini bukan masalah satu sisi saja, tetapi sudah menjadi persoalan sistemik," jelasnya.
Buka Ruang untuk Masyarakat Umum
Panitia aksi mengaku telah melakukan pendataan terhadap peserta yang akan ikut dalam demonstrasi sebagai langkah antisipasi guna menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, mahasiswa tetap membuka ruang bagi masyarakat umum yang memiliki keresahan serupa untuk ikut bergabung dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Mereka berharap aksi tersebut dapat menjadi sarana menyampaikan suara rakyat sekaligus mendorong pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Dengan isu ekonomi yang menjadi sorotan utama, demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI diperkirakan akan menjadi salah satu aksi massa terbesar dalam beberapa bulan terakhir di Jakarta.
| 63,2 Persen Warga Tak Setuju Harga BBM Naik, Prabowo Diminta Lindungi Daya Beli Rakyat |
|
|---|
| Tak Gentar dengan P21, Tim Roy Suryo Pertanyakan Dasar Pernyataan Polda Metro Jaya |
|
|---|
| Tagihan Dapur MBG Triliunan Rupiah Memanas, Kepala BGN Nanik: Masalah Teknis |
|
|---|
| Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan Amerika di 3 Negara Sekaligus, Timur Tengah di Ambang Perang Besar |
|
|---|
| Bansos Bakal Cair Rp5,4 Juta per Orang, Luhut Ungkap Skema Baru Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23082024-demo-dpr.jpg)