Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Trump Ancam Tinggalkan Israel jika Benjamin Netanyahu Terus Picu Perang

Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Benjamin Netanyahu agar tidak memicu perang baru dengan Iran

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
BERI ULTIMATUM - Kolase foto Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Untuk pertama kalinya pasca-kesepakatan, Iran dan Israel kembali terlibat aksi saling serang yang sengit pada Senin (8/6/2026). Merespons eskalasi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung melayangkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.  

Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
  • Pecah gencatan senjata, Iran-Israel saling serang; harga minyak dunia melonjak.
  • Trump beri ultimatum ke Netanyahu: Israel akan berjuang sendirian jika nekat perang.
  • Lima negara Timur Tengah desak AS untuk segera menghentikan serangan Israel.
  • Iran kirim pesan ke AS, siap stop serang jika Israel lakukan hal yang sama.
  • Trump sebut AS bisa buat Marshall Plan untuk Iran demi imbalan setengah minyaknya.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gencatan senjata April antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam hancur total. 

Untuk pertama kalinya pasca-kesepakatan, Iran dan Israel kembali terlibat aksi saling serang yang sengit pada Senin (8/6/2026). 

Gejolak ini pun langsung memukul perekonomian Indonesia akibat lonjakan harga minyak dunia imbas konflik di Selat Hormuz.

Merespons eskalasi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung melayangkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan ragu menarik dukungan jika Tel Aviv terus memicu perang baru.

"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan sendirian dalam waktu dekat,'" ungkap Donald Trump dalam wawancara telepon eksklusif dengan Axios, Senin (8/6/2026) waktu setempat.

Axios melaporkan Trump sempat menelepon Benjamin Netanyahu pada Minggu malam, mendesaknya agar tidak membalas serangan Iran

Donald Trump juga mengeluhkan sikap militer Israel yang terlambat memberikan notifikasi kepada Gedung Putih terkait serangan balasan mereka.

Baca juga: Iran Siap Perang Jangka Panjang, Klaim AS-Israel Salah Strategi

Baca juga: Curhat Pilu Dokter Tifa: 7 Bulan Wajib Lapor Sambil Ujian S3, Segera Disidang Bareng Roy Suryo

"Mereka sudah dalam perjalanan. Tetapi akhirnya saya membatasi (serangan Israel)," klaim Trump.

Di sisi lain, Trump mengaku dihubungi oleh para pemimpin dari lima negara regional yang cemas dan memintanya untuk menghentikan Netanyahu.

"Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan," tambah Trump.

Upaya de-eskalasi sebenarnya sempat terbuka setelah Teheran mengirim pesan ke Washington pada Senin pagi, yang menyatakan kesediaan gencatan senjata timbal balik.

"Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi serta meminta kami memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi," papar Donald Trump.

Teguran Diplomasi: Gunakan Penilaian Sendiri

Dalam wawancara terpisah dengan Kepala Koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl, Donald Trump meminta Benjamin Netanyahu tidak merusak cetak biru perdamaian dengan Iran yang sedang digodok matang oleh Amerika Serikat.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved