Makan Bergizi Gratis
Profil Sony Sonjaya: Eks Jenderal Reserse yang Terjerat Korupsi Program MBG
Selama berkarier di kepolisian, Sony dikenal memiliki spesialisasi dan pengalaman yang sangat panjang di bidang reserse kriminal.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Profil Sony Sonjaya
- Sony Sonjaya merupakan purnawirawan Polri berpangkat Irjen lulusan Akpol 1991.
- Pernah menjabat Dirreskrimum dan Dirreskrimsus Polda Aceh bidang reserse.
- Dilantik Presiden Prabowo sebagai Wakabag BGN pada 17 September 2025.
- Ditahan Kejagung terkait dugaan korupsi mark-up motor listrik dan tv di BGN.
- Resmi ajukan JC untuk membongkar nama-nama besar yang terlibat korupsi MBG.
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sonjaya kini tengah menjadi pusat perhatian publik.
Mantan jenderal bintang dua kepolisian yang memiliki rekam jejak panjang di dunia reserse ini harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah masa penahanannya, Sony mengambil langkah hukum krusial dengan resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) pada Senin (8/6/2026) melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti.
Langkah ini disinyalir akan membuka babak baru dalam pengusutan tuntas skandal korupsi di lembaga yang baru seumur jagung tersebut.
Rekam Jejak Panjang di Dunia Reserse Polri
Sony Sonjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 20 Oktober 1967.
Pria berusia 58 tahun ini memilih jalur pengabdian di Korps Bhayangkara dengan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil lulus pada tahun 1991 sebagai bagian dari angkatan Batalyon Bhayangkara.
Selama berkarier di kepolisian, Sony dikenal memiliki spesialisasi dan pengalaman yang sangat panjang di bidang reserse kriminal.
Baca juga: Eks Wakabag BGN Ajukan JC Bongkar Pemeran Besar di Kasus Korupsi MBG
Baca juga: Modus Bejat Pengasuh Ponpes di Jambi Diduga Cabuli 7 Santriwati
Kiprahnya mentereng saat bertugas di jajaran Polda Aceh, di mana ia dipercaya mengemban dua jabatan strategis berturut-turut, yakni sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) pada tahun 2020 dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) pada tahun 2021.
Sebelum memasuki masa purna tugas dari Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen), Sony menduduki jabatan sebagai Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri.
Karier di BGN dan Tanggung Jawab Operasional Gizi
Berbekal pengalaman kepemimpinannya di kepolisian, Sony kemudian dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam jajaran birokrasi pemerintahan.
Pada 17 September 2025, ia resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.
Sebagai Wakil Kepala BGN, Sony memegang peranan yang sangat vital. Ia bertanggung jawab penuh atas seluruh operasional teknis pemenuhan gizi di skala nasional.
Selain itu, Sony juga dipercaya memimpin Tim Verifikasi BGN yang bertugas melakukan validasi data para penerima manfaat, dengan tujuan memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan secara akurat serta transparan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260609-Sony-Sonjaya.jpg)