Israel vs Palestina
Trump Amuk NATO, Sebut 'Macan Kertas' Pengecut Hadapi Blokade Iran
Padahal, penutupan jalur ini telah melambungkan harga minyak dunia ke level yang mencekik ekonomi Eropa.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Trump sebut NATO "macan kertas" karena tolak bantu perang lawan Iran.
- Klaim pembukaan Selat Hormuz mudah jika NATO mau kirim bantuan militer.
- Kritik negara Eropa yang mengeluh harga minyak tapi enggan berperang.
- Trump klaim secara militer AS-Israel sudah memenangkan perang atas Iran.
- NATO tetap bergeming dan memilih tidak terlibat dalam eskalasi di Teluk.
TRIBUNJAMBI.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangan verbal paling tajam terhadap sekutu tradisionalnya sendiri.
Melalui platform Truth Social, Trump melabeli NATO sebagai aliansi "pengecut" lantaran menolak terlibat dalam konfrontasi militer yang dipimpin AS dan Israel untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz dari cengkeraman Iran.
Sentimen "Macan Kertas" dan Krisis Minyak
Kemarahan Trump meledak setelah NATO menyatakan tidak berniat mengirimkan armada laut guna mengawal kapal-kapal tanker yang terjebak akibat blokade Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Padahal, penutupan jalur ini telah melambungkan harga minyak dunia ke level yang mencekik ekonomi Eropa.
“Tanpa AS, NATO hanya macan kertas! Mereka tak ingin bergabung dengan perlawanan untuk menghentikan Iran yang berkekuatan nuklir,” tulis Trump dengan nada geram pada Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Iran vs Israel, Jurnalis Inggris Nyaris Meledak Dirudal
Baca juga: Cuaca saat Idulfitri 1447 H di Jambi Didominasi Hujan, Waspada Petir dan Angin Kencang
Trump menilai sikap NATO sangat kontradiktif. Di satu sisi, negara-negara Eropa mengeluhkan mahalnya biaya energ.
Namun di sisi lain mereka enggan turun tangan secara militer untuk mengamankan jalur pasokan energi dunia.
Klaim Kemenangan Sepihak
Bagi Trump, keengganan NATO untuk membantu adalah bentuk pengkhianatan, mengingat ia mengeklaim bahwa risiko pertempuran sebenarnya sudah sangat mengecil.
Sang Presiden menegaskan bahwa kekuatan militer Iran telah dilemahkan secara signifikan sejak agresi dimulai akhir Februari lalu.
“Mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz yang akan sangat mudah dilakukan sekarang karena kita telah memenangkan pertempuran secara militer,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.
Pernyataan ini muncul di saat Uni Eropa (UE) justru lebih memilih jalan diplomasi dan memperingatkan bahwa keterlibatan militer di Hormuz hanya akan memicu "perang tanpa ujung".
Penolakan NATO ini pun menjadi tamparan keras bagi strategi "koalisi sukarela" yang coba dibangun Trump di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk Persia.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Iran vs Israel, Jurnalis Inggris Nyaris Meledak Dirudal
Baca juga: Jambi Dikepung Cuaca Buruk, Peringatan Dini Sumsel Riau Sumbar dan Bengkulu
Baca juga: Pemudik Kena Lemparan Batu di Tol Bayung Lencir-Tempino, Polda Jambi Tingkatkan Patroli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14092024-donald-trump.jpg)