Kasus Ijazah Palsu
Pengacara Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar: Kalah Bermartabat dari Eggi dan DHL
Khozinudin secara gamblang membandingkan sikap Rismon dengan dua 'pendahulunya', yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kasus ijazah Jokowi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Polemik Ijazah Jokowi
- Khozinudin sebut martabat Rismon runtuh karena akui ijazah Jokowi asli.
- Bandingkan dengan Eggi dan Damai yang tetap teguh meski dapat SP3.
- Tuding Rismon jalankan "kerja rodi" dan safari politik demi bebas.
- SP3 Eggi Sudjana cs cair kilat hanya sepekan sejak berkunjung ke Solo.
- Ragu Rismon segera bebas karena masih disuruh berikan klarifikasi berulang.
TRIBUNJAMBI.COM - Aroma perpecahan di barisan penuding ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, kian menyengat.
Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, melontarkan sindiran tajam terhadap ahli digital forensik Rismon Sianipar.
Sebagaimana diketahui, Rismon Sianipar kini berbalik arah mengakui keaslian ijazah Jokowi demi mendapatkan Restorative Justice (RJ).
Khozinudin secara gamblang membandingkan sikap Rismon dengan dua 'pendahulunya', yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kasus ijazah Jokowi.
Kedua orang tersebut dinilainya jauh lebih menjaga harga diri meski menempuh jalur damai yang sama.
Perbandingan "Martabat" dan Kecepatan SP3
Menurut Khozinudin, meski Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 15 Januari 2026 lalu, keduanya tetap teguh pada pendiriannya.
Mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan maaf secara terbuka apalagi mengakui keaslian ijazah Jokowi sebagai syarat bebas.
"Saya lihat ya Rismon ini berbeda dengan dua pendahulunya (Eggi dan Damai). Kalau dua pendahulunya masih punya martabat lah karena mereka tetap tidak mengakui (ijazah Jokowi asli)," cetus Khozinudin dalam wawancara di kanal YouTube metrotvnews, Kamis (19/3/2026).
Tudingan "Kerja Rodi" dan Intervensi Solo
Khozinudin menilai posisi Rismon saat ini sangat memprihatinkan karena seolah-olah harus menjalankan instruksi tertentu sebelum benar-benar bebas dari status tersangka.
Baca juga: Manuver VVIP Rismon Sianipar di Kasus Ijazah Jokowi Demi Selamatkan Diri
Baca juga: Pesan Lebaran 2026: MUI Ajak Umat Jaga Spirit Ramadan di 11 Bulan Mendatang
Ia menyebut Rismon seperti sedang "di-remote" dari Solo untuk melakukan serangkaian klarifikasi yang justru meruntuhkan kredibilitasnya sebagai peneliti.
"Kalau ini (Rismon) tidak punya martabat sekali yang di-remote dari Solo untuk menjalankan 'kerja rodi' sebelum mendapat SP3. Rismon harus disuruh keliling-keliling dulu, datang ke Wapres, minta maaf kemudian mendapatkan parsel yang bukan sebuah penghargaan tetapi penghinaan terhadap Rismon," tegasnya.
Kronologi yang Jauh Berbeda
Ketidakpercayaan Khozinudin terhadap kemurnian RJ Rismon didasari oleh perbedaan durasi pengurusan perkara.
Eggi dan Damai hanya butuh waktu sepekan sejak berkunjung ke Solo (8 Januari) hingga status tersangka dicabut (15 Januari).
Sementara Rismon, hingga kini masih harus melakukan safari klarifikasi ke berbagai pihak tanpa kejelasan kapan SP3 akan diterbitkan.
"Saya ragu ini Rismon akan mendapatkan SP3 atau tidak karena beberapa hari ini belum. Ini berbeda lagi dengan Eggi dan Damai di mana tanggal 8 Januari datang ke Solo, 13 Januari mengajukan permohonan restoratif, 15 Januari langsung mendapat SP3," pungkas Khozinudin.
Langkah Rismon yang mengunggah video klarifikasi berkali-kali dan mendatangi Istana Wapres dianggap sebagai "beban tambahan" yang tidak dialami oleh tersangka lain, memicu spekulasi adanya syarat-syarat politik di balik meja perundingan.
Jokowi Kabulkan Restorative Justice Rismon
Sebelumnya, Jokowi sudah menerima restorative justice yang diajukan Rismon.
Hal ini dilakukan Jokowi setelah Rismon bertemu dan meminta maaf di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3/2026).
Rivai mengungkapkan berkas terkait restorative justice akan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Pengamat: Jokowi akan Diuntungkan Restorative Justice Rismon Sianipar
Baca juga: Iran Hantam Kilang Minyak, Israel Serang Fasilitas Gas, Pengamat: Perang Energi
“Ajudan Pak Jokowi meminta kami menyiapkan administrasi terkait Restorative Justice dan berkoordinasi baik dengan kuasa hukum Rismon maupun pihak Polda Metro,” katanya pada Kamis (12/3/2026).
Rivai mengatakan proses pemberkasan dilakukan setelah Jokowi menyetujui penyelesaian perkara melalui restorative justice.
“Permohonan Restorative Justice yang diajukan Rismon secara prinsip telah disetujui Bapak Jokowi,” papar Rivai.
Sementara, Jokowi menegaskan seluruh urusan terkait permohonan restorative justice dari Rismon diserahkan ke kuasa hukumnya.
"Kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya terima permohonan maaf Rismon Sianipar. Mengenai urusan RJ, saya serahkan kepada penasihat hukum saya," ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Jokowi menegaskan proses restorative justice sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik Polda Metro Jaya, bukan dirinya secara pribadi.
"Karena itu kewenangan Polda Metro, kewenangan penyidik dari Polda Metro Jaya," katanya.
Ia menyebut, pertemuan dengan Rismon berjalan biasa saja.
"Ya biasa saja acaranya. Sudah saya serahkan kepada penasihat hukum saya. Dan nanti tentu ada tindak lanjut. Sekali lagi, kewenangan ada di Polda Metro Jaya dan penyidik Polda Metro," pungkasnya.
Rismon Temui Gibran di Istana Wapres
Setelah bertemu Jokowi, Rismon lantas bertemu Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026) di Istana Wapres, Jakarta.
Adapun Rismon bertemu Gibran sekitar selama satu jam dan langsung ke lobi Istana Wapres bersama.
Setelah itu, keduanya saling berjabat tangan dan berpelukan. Bahkan, Gibran turut memberikan parsel Lebaran berukuran besar untuk Rismon.
Kemudian, Gibran kembali masuk ke Istana Wakil Presiden.
Setelah bertemu Gibran, Rismon memuji keluarga Jokowi yang tetap mau berkomunikasi dan menerimanya meski telah dikritik keras olehnya selama ini.
"Keterbukaan (dan) kedewasaan sebuah keluarga (Jokowi) walaupun dikritik dengan cara keras, dikritik dengan cara tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan yang lainnya," katanya.
Rismon juga mengungkapkan Gibran sebenarnya tidak mempermasalahkan penelitian yang dilakukannya.
Gibran, kata Rismon, terbuka oleh segala bentuk riset yang dilakukan terhadap keluarganya.
"Bahwa keluarga besar mereka terbuka jika ada penelitian dan mengoreksinya asal jujur. Tidak ada motif politik, tidak ada demi ini itu, jabatan publik, dan lainnya," ujar Rismon.
Demi menebus kesalahannya, Rismon mengaku akan membuat buku baru terkait Gibran dan Jokowi.
Namun, ia tidak menjelaskan isi dari buku yang akan dibuatnya.
Dia hanya mengatakan akan menulis buku tersebut di kampung halamannya di Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara.
Diketahui, dirinya menulis buku berjudul Gibran End Game yang berisi temuannya terkait surat keterangan penyetaraan ijazah SMA milik Gibran yang dianggap tidak wajar.
Namun, Rismon mengaku saat ini buku setebal sekitar 400 halaman itu telah ditarik dari peredaran.
Hal itu dilakukannya setelah dirinya mengakui ijazah Jokowi adalah asli.
Dia juga menulis terkait ijazah Jokowi bersama dengan pakar telematika, Roy Suryo, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dengan judul Jokowi's White Paper.
Namun, Rismon telah menarik seluruh hasil penelitiannya di dalam buku tersebut setelah mengakui ijazah Jokowi asli.
"Saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap (yaitu) Jokowi's White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin akan saya tuntaskan di kampung saya di Balige."
"Di Jakarta terlalu hiruk pikuk dan panas. Saya tidak nyaman," ujarnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Iran Hantam Kilang Minyak, Israel Serang Fasilitas Gas, Pengamat: Perang Energi
Baca juga: Mobil di Tol Bayung Lencir-Tempino Dilempar Orang Pakai Batu hingga Kaca Pecah
Baca juga: Memandangi Obor dari Balik Kaca Bus, Kisah Pemudik dari Jambi Asal Sijunjung
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengacara Roy Suryo Sindir Rismon: Mending Eggi & Damai Ajukan RJ, tapi Tak Akui Ijazah Jokowi Asli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260320-Kolase-foto-Jokowi-Roy-Suryo-Rismon-Sianipar-Eggi-Sudjana-dan-Damai-Hari-Lubis.jpg)