Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Kematian Netanyahu Masih Jadi Target Utama Iran, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pada Minggu ini dilaporkan semakin memanas dan mencapai tingkat ketegangan yang sangat mengkhawatirkan.

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Tribunjambi.com/ist
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pada Minggu ini dilaporkan semakin memanas dan mencapai tingkat ketegangan yang sangat mengkhawatirkan. Dalam perkembangan terbaru, Pasukan Khusus Iran bahkan disebut berkomitmen untuk memburu dan membunuh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pada Minggu ini dilaporkan semakin memanas dan mencapai tingkat ketegangan yang sangat mengkhawatirkan. Dalam perkembangan terbaru, Pasukan Khusus Iran bahkan disebut berkomitmen untuk memburu dan membunuh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Peningkatan eskalasi konflik ini ditandai dengan pengumuman resmi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Melalui pernyataannya, IRGC menyampaikan bahwa mereka telah meluncurkan serangan besar yang menargetkan aset militer Amerika Serikat.

Dalam operasi tersebut, Iran dilaporkan mengerahkan sejumlah rudal serta pesawat tanpa awak berteknologi canggih. Proyektil-proyektil tersebut diarahkan ke beberapa titik strategis yang berkaitan dengan kekuatan militer Amerika di kawasan tersebut.

Serangan yang diluncurkan itu disebut menargetkan tiga fasilitas utama kekuatan udara milik Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah. Langkah ini dianggap sebagai bentuk eskalasi yang signifikan dalam konflik yang melibatkan Teheran dan Washington.

Operasi militer tersebut sekaligus menjadi tanda babak baru dalam konfrontasi terbuka antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan antara kedua negara yang sebelumnya sudah meningkat kini memasuki fase yang lebih agresif.

Melalui pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut secara khusus diarahkan pada titik-titik yang menjadi pusat konsentrasi pasukan militer Amerika. Lokasi-lokasi yang dianggap strategis menjadi target utama dalam operasi tersebut.

Baca juga: Daftar Potongan Tarif Tol 30 Persen di Ruas Tol Trans Sumatera, dari Bakauheni hingga Sumut

Baca juga: Polisi Sebut Foto Viral Terduga Penyiram Air Keras Aktivits KontraS Hasil AI

Salah satu sasaran utama yang disebut terkena dampak serangan adalah pangkalan udara Al-Harir yang berada di wilayah Erbil. Fasilitas militer tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi penting bagi operasi militer Amerika di kawasan.

Kabar mengenai keberhasilan serangan itu kemudian disebarkan oleh kantor berita resmi Iran, Fars. Media tersebut mempublikasikan berbagai informasi terkait serangan yang diklaim berhasil menghantam fasilitas militer Amerika.

Selain pangkalan Al-Harir, fasilitas militer Ali Al Salem juga dilaporkan menjadi target serangan. Pangkalan tersebut disebut mengalami dampak yang cukup signifikan akibat serangan yang dilancarkan Iran.

Tidak hanya itu, pangkalan militer Arifjan yang dimiliki oleh Amerika Serikat juga masuk dalam daftar fasilitas yang diklaim terkena serangan oleh pihak Iran. Teheran bahkan menyebut beberapa fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat.

Serangan yang terjadi pada akhir pekan ini diketahui memiliki nama resmi dalam operasi militer Iran. Operasi tersebut disebut sebagai gelombang ke-52 dari Operasi Janji Setia 4.

Menurut pihak Iran, operasi militer besar tersebut merupakan bentuk balasan atas kematian sejumlah pekerja di zona industri yang sebelumnya menjadi korban dalam konflik yang terjadi.

Pemerintah Iran menilai serangan yang menewaskan warga sipil mereka sebagai tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Oleh karena itu, operasi balasan tersebut disebut sebagai langkah untuk mempertahankan kehormatan negara.

Tidak hanya melakukan serangan militer, IRGC juga menyampaikan ancaman keras terhadap pemimpin pemerintahan Israel. Pernyataan tersebut secara langsung menyinggung keselamatan Perdana Menteri Israel.

"Jika dia masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," tulis pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved