Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

AS Kirim 2.500 Marinir dan USS Tripoli Hadapi Hujan Drone Shahed Iran

Kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang sebelumnya berbasis di Jepang kini dilaporkan tengah membelah samudera menuju Timur Tengah. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
  • AS kirim USS Tripoli dan 2.500 marinir tambahan ke Timur Tengah.
  • Iran luncurkan ribuan drone Shahed-136 ke Israel dan pangkalan AS.
  • Serangan drone dipicu seruan balas dendam Mojtaba Khamenei.
  • Netanyahu klaim sukses hancurkan infrastruktur nuklir Iran.
  • Erdogan ingatkan bahaya provokasi sektarian akibat perang tersebut.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase kritis akhir pekan ini. 

Menanggapi seruan perang terbuka dari Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, Pentagon resmi mengerahkan bala bantuan tempur besar-besaran untuk memperkuat baris pertahanan aliansi Amerika Serikat-Israel.

Amerika Serikat tidak main-main dalam menanggapi ancaman Teheran.

Kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang sebelumnya berbasis di Jepang kini dilaporkan tengah membelah samudera menuju Timur Tengah

Kapal ini membawa Unit Ekspedisi Marinir berkekuatan 2.500 personel yang siap diterjunkan dalam operasi amfibi maupun udara.

Langkah ini menyusul klaim kemenangan sepihak Presiden Donald Trump yang menyebut agresi terhadap Iran sebagai keberhasilan besar.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut mempertegas bahwa pihaknya tidak akan berhenti sebelum seluruh fasilitas nuklir dan peluncur rudal Iran rata dengan tanah.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membuktikan gertakannya.

Dalam video yang dirilis Press TV dini hari tadi, Iran meluncurkan gelombang baru drone tempur Shahed-136.

Baca juga: Berapa Biaya Bangun Bunker Anti Rudal? Dipesan 2 Menteri Trump Pasca Perang Iran-AS

Baca juga: Pemuda Kerinci Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Dibekuk di Tempat Persembunyian

Ribuan pesawat tak berawak tersebut dikerahkan untuk menyasar titik-titik vital di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut sebagai aksi balas dendam atas kematian Ali Khamenei.

Erdogan: Waspada Provokasi Sektarian

Di tengah "lingkaran api" yang kian meluas, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memperingatkan warganya untuk tetap tenang namun waspada.

Ia mencium adanya upaya adu domba berbasis etnis dan sekte yang menunggangi serangan terhadap Iran.

“Prioritas utama kami adalah menjaga negara kami tetap jauh dari lingkaran api ini. Saya juga meminta kepada kalian semua untuk tetap sangat waspada terhadap provokasi bernuansa sektarian dan etnis yang sengaja dipicu seiring dengan serangan terhadap Iran,” tegas Erdogan melalui Viory, Jumat (13/3/2026).

Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei Dikabarkan Koma

Empat hari pasca-penunjukannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, sosok Mojtaba Khamenei kini diselimuti misteri medis yang mencekam. 

Laporan terbaru yang beredar di media sosial mengklaim bahwa suksesor Ali Khamenei tersebut dalam kondisi kritis.

Sementara di sudut-sudut kota Teheran, teriakan penolakan terhadap dinasti baru ini mulai bergema di tengah kegelapan.

Berdasarkan laporan yang diunggah akun APT News pada Jumat (13/3/2026), Mojtaba Khamenei dikabarkan masih dalam keadaan koma. 

Baca juga: Trump Bom Jantung Militer Pulau Kharg, Sandera Infrastruktur Minyak Iran

Baca juga: Nasabah Bank Jambi War Antrean Sejak Subuh, 300 Nomor  Habis Sekejap

Serangan udara dahsyat Amerika Serikat yang menewaskan ayahnya ternyata juga meninggalkan luka fisik permanen pada dirinya. 

Mojtaba Khamenei disebut-sebut harus menjalani amputasi kaki akibat luka parah yang dideritanya.

Tragedi ini menjadi sangat personal bagi sang pemimpin baru. 

Serangan tersebut diketahui menyapu bersih lingkaran inti keluarganya, termasuk istrinya, putra mereka yang masih bayi, saudara perempuan, serta saudara iparnya. 

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebenaran kondisi medis Mojtaba yang mengkhawatirkan ini.

Pernyataan Tertulis di Tengah Ketidakpastian

Meski dikabarkan koma, sebuah pernyataan tertulis atas nama Mojtaba dibacakan oleh reporter televisi pemerintah pada Kamis (12/3/2026). 

Dalam pesan tersebut, ia melayangkan peringatan keras agar Amerika Serikat segera menutup seluruh pangkalannya di kawasan Teluk dan menjanjikan aksi pembalasan yang mematikan.

Namun, di balik retorika tersebut, mesin perang Iran seolah kehilangan komando. 

Para komandan militer dilaporkan belum menerima perintah operasional apa pun, membuat upaya pertahanan maupun serangan balik Iran berada dalam titik ketidakpastian yang berbahaya.

Simakk Berita Terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Wali Kota Maulana Salurkan Santunan Forum CSR untuk Warga Kurang Mampu

Baca juga: Pemuda Kerinci Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Dibekuk di Tempat Persembunyian

Baca juga: Qiyammul Lail Itikab Malam ke-25 Ramadhan: Wagub Sani Hadiri Milad ke-8 Pejuang Subuh

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved