Jambi Mati Lampu Massal
Listrik Padam Massal, Layanan Bandara Sultan Thaha Jambi Tetap Normal
Seluruh operasional penerbangan maupun aktivitas pelayanan penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi dipastikan tidak mengalami kendala.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Listrik Padam di Jambi
- Blackout massal di Jambi tidak ganggu operasional Bandara Sultan Thaha.
- Layanan penerbangan dipastikan normal karena pasokan listrik cadangan siap.
- GM Bandara, Ardon Marbun sebut sistem backup genset langsung otomatis aktif.
- Fasilitas navigasi dan terminal aman karena bandara merupakan objek vital.
- Tidak ada jadwal penerbangan yang tertunda akibat mati lampu massal dari PLN.
TRIBUNJAMBI.COM – Krisis kelistrikan berupa pemadaman massal (blackout) yang melumpuhkan sejumlah wilayah Pualu Sumatera, termasuk di Provinsi Jambi pada Jumat (22/5/2026) malam, sempat memicu kekhawatiran publik terkait layanan transportasi udara.
Namun, manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi bergerak cepat memberikan kepastian gerbang udara utama bumi pucuk Jambi tersebut tetap berdiri kokoh melayani penerbangan.
Seluruh operasional penerbangan maupun aktivitas pelayanan penumpang di terminal dipastikan tidak mengalami kendala berarti dan tetap berjalan sebagaimana mestinya, meskipun pasokan daya utama dari pihak PLN sempat terputus total.
Ketangguhan sistem infrastruktur bandara dalam menghadapi situasi darurat ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen.
Langkah mitigasi risiko yang matang membuat pasokan listrik untuk fasilitas penerbangan vital tidak terganggu.
General Manager Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun mengatakan, aktivitas penerbangan di bandara tetap berjalan normal meski terjadi gangguan pasokan listrik dari PLN.
“Tidak ada dampak yang berarti. Kita punya backup genset,” kata Ardon Marbun, Jumat malam.
Ardon Marbun menerangkan bahwa sesaat setelah aliran listrik utama dari PLN padam, sistem cadangan listrik berupa generator set (genset) yang dimiliki pihak bandara langsung berfungsi secara otomatis.
Baca juga: Sumatera Blackout: Listrik 5 Provinsi Termasuk Jambi Padam Total, Pemicunya?
Baca juga: 3 Kabupaten di Jambi Cuaca Buruk hingga Pukul 21.12 WB, Peringatan Dini BMKG
Jeda waktu pengambilalihan daya yang sangat cepat membuat peralatan navigasi, pencahayaan landas pacu (runway), hingga sistem komputerisasi pelayanan di area terminal tetap menyala tanpa interupsi.
Keamanan Objek Vital Nasional Terjaga
Sebagai salah satu objek vital nasional di sektor transportasi udara, Bandara Sultan Thaha Jambi memang telah dirancang secara khusus untuk memiliki kemandirian energi darurat.
Keberadaan sistem kelistrikan cadangan yang berlapis ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik utama demi menjaga keselamatan penerbangan sipil.
Hingga pasokan listrik dari interkoneksi PLN berangsur pulih pasca-gangguan transmisi, koordinasi antara pihak bandara, maskapai penerbangan, dan AirNav Jambi terus diperketat.
Manajemen memastikan tidak ada jadwal penerbangan yang mengalami pembatalan (cancelled) maupun penundaan (delayed) akibat dampak langsung dari insiden blackout Sumatera tersebut.
Pemicu Putusnya Suplai Jalur Transmisi Utama
Arjun selaku General Manager PLN UID Sumbar memberikan penjelasan teknis mengenai penyebab ambruknya sistem tersebut.
Dia menerangkan bahwa gangguan fatal ini terjadi ketika sistem SBU (Sumatera Bagian Utara) dan SBT (Sumatera Bagian Tengah) terpisah secara mendadak.
Kondisi tersebut langsung memicu padam total pada sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Baca juga: Terkuak Penyebab Listrik Padam Serentak di Jambi hingga Aceh, PLN: Blackout Massal
Baca juga: Pamit ke Toilet, Calon Pengantin Kabur Jelang Mau Akad, Mahar Honda PCX Batal Diberi
Arjun membeberkan bahwa pasokan suplai listrik terputus total pada jalur interkoneksi utama Dumai-Muaro Bungo berkapasitas 275 kV (kilovolt).
Berdasarkan analisis awal, muasal gangguan terdeteksi berasal dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi jaringan.
Pihak PLN langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Manajemen PLN memperkirakan proses pemulihan atau recovery gardu induk secara bertahap ini akan memakan waktu sekitar enam hingga delapan jam, tergantung pada dinamika kondisi teknis di lapangan.
Investigasi Menyeluruh dan Imbauan PLN
Langkah cepat penanganan juga disuarakan dari wilayah utara.
Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, menegaskan bahwa PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara bergerak responsif melakukan pemeriksaan intensif atas gangguan sistem yang melumpuhkan wilayahnya sejak pukul 18.44 WIB tersebut.
Darma Saputra menyatakan bahwa manajemen telah menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab utama gangguan.
Petugas dikerahkan secara maksimal guna mempercepat proses penanganan di titik-titik krusial transmisi.
Di akhir keterangannya, Darma Saputra mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi blackout ini.
Ia juga meminta warga untuk tidak mudah memercayai informasi hoaks yang belum terverifikasi secara resmi.
PLN berjanji akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan penanganan gangguan ini secara berkala melalui platform aplikasi PLN Mobile serta layanan resmi Contact Center PLN 123.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News dan Media Sosial Facebook, Instagram dan Threads, serta Ikuti Saluran Tribun Jambi di WhatsApp
Baca juga: Sumatera Blackout: Listrik 5 Provinsi Termasuk Jambi Padam Total, Pemicunya?
Baca juga: Daftar Gardu Induk PLN yang Terganggu Saat Pemadaman Listrik Massal di Jambi dan Sumatra
Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Usulkan Program Strategis ke Kementan RI
Baca juga: 3 Kabupaten di Jambi Cuaca Buruk hingga Pukul 21.12 WB, Peringatan Dini BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260523-Ilustrasi-listrik-padam.jpg)