Rabu, 27 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kebakaran di Jambi

Api Kadung Besar ketika Warga Solok Sipin Hendak Selamatkan Barang dari Rumah

Sebanyak tujuh unit rumah di RT 20 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, dilalap api pada Selasa (3/3) sore.

Tayang:
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
KEBAKARAN - Sebanyak 7 rumah di RT 20 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi terbakar pada Selasa (3/3/2026) sore. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selasa (3/3/2026) sore, asap membubung tinggi saat Dila dan anaknya masih berada di dalam rumah.

Api kadung membesar. Dengan tergesa, Dila lantas membawa anaknya ke luar rumah.

Tak ada yang bisa ia selamatkan dari rumah mereka, tempat mereka berteduh selama lebih dari 20 tahun.

Sebanyak tujuh unit rumah di RT 20 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, dilalap api pada Selasa (3/3) sore.

Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah semi permanen dan permanen, dengan empat unit di antaranya mengalami kerusakan berat.

Besarnya kobaran api membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Salah satu korban, Dila, mengaku tidak berhasil menyelamatkan harta bendanya meski saat kejadian ia dan anaknya berada di dalam rumah.

"Waktu itu di dalam rumah, sama anak lagi main hp," ujarnya, di sela-sela petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

Air matanya jatuh. Ia tak kuasa menahan tangis di tengah panasnya api yang masih menyala di sekitar lokasi.

Ia mengaku kaget ketika melihat api sudah membesar. Dengan cepat, Dila langsung mengajak anaknya keluar rumah.

"Saya langsung lari, selamatkan anak," sebutnya.

Ibu rumah tangga tersebut masih tampak gemetar saat menceritakan peristiwa yang menghanguskan rumahnya.

Selain telepon genggam dan pakaian yang melekat di badan, ia tidak sempat menyelamatkan barang lainnya.

"Seluruhnya rumah kami terbakar," katanya.

Dila diketahui telah tinggal di lokasi tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Ia hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya hangus dilalap api.

Selain sebagai tempat tinggal, bangunan tersebut juga menjadi sumber penghasilannya karena sehari-hari ia berjualan sembako di toko yang berada di rumah itu.

"Iya, mana barang masih banyak-banyaknya," ucap Dila.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Afandi, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian.

"Saat kami sampai di lokasi api sudah sangat besar," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Mustari menyebutkan api diduga berasal dari salah satu rumah kosong di sekitar lokasi kebakaran.

"Yang asal apinya belum diketahui, apakah dari instalasi listrik penghuni rumah yang dahulu.

"Namun ada juga informasi yang mengatakan ada yang bermain kembang api tapi itu juga belum pasti," jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang panas turut mempercepat penyebaran api ke bangunan lain di sekitarnya.

Mustari pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan elektronik masih menyala.

"Pastikan betul bahwa kompor sudah mati dan anak-anak juga Jangan dibiarkan untuk bermain kembang api dan mercon itu bisa menjadi salah satu penyebab," ujarnya.

(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

 

Baca juga: Jawaban Pemprov soal Pencairan THR ASN sementara Bank Jambi Belum Normal

Baca juga: Cerita Yayasan Merangkul Jiwa Bantu ODGJ dan Orang Terlantar di Sudut Jambi

Baca juga: Gramedia Jambi Bertabur Diskon selama Ramadan dan Event hingga Akhir Maret

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved