Kebakaran di Jambi
Api Kadung Besar ketika Warga Solok Sipin Hendak Selamatkan Barang dari Rumah
Sebanyak tujuh unit rumah di RT 20 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, dilalap api pada Selasa (3/3) sore.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selasa (3/3/2026) sore, asap membubung tinggi saat Dila dan anaknya masih berada di dalam rumah.
Api kadung membesar. Dengan tergesa, Dila lantas membawa anaknya ke luar rumah.
Tak ada yang bisa ia selamatkan dari rumah mereka, tempat mereka berteduh selama lebih dari 20 tahun.
Sebanyak tujuh unit rumah di RT 20 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, dilalap api pada Selasa (3/3) sore.
Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah semi permanen dan permanen, dengan empat unit di antaranya mengalami kerusakan berat.
Besarnya kobaran api membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Salah satu korban, Dila, mengaku tidak berhasil menyelamatkan harta bendanya meski saat kejadian ia dan anaknya berada di dalam rumah.
"Waktu itu di dalam rumah, sama anak lagi main hp," ujarnya, di sela-sela petugas pemadam kebakaran memadamkan api.
Air matanya jatuh. Ia tak kuasa menahan tangis di tengah panasnya api yang masih menyala di sekitar lokasi.
Ia mengaku kaget ketika melihat api sudah membesar. Dengan cepat, Dila langsung mengajak anaknya keluar rumah.
"Saya langsung lari, selamatkan anak," sebutnya.
Ibu rumah tangga tersebut masih tampak gemetar saat menceritakan peristiwa yang menghanguskan rumahnya.
Selain telepon genggam dan pakaian yang melekat di badan, ia tidak sempat menyelamatkan barang lainnya.
"Seluruhnya rumah kami terbakar," katanya.
Dila diketahui telah tinggal di lokasi tersebut selama lebih dari 20 tahun.
Ia hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya hangus dilalap api.
Selain sebagai tempat tinggal, bangunan tersebut juga menjadi sumber penghasilannya karena sehari-hari ia berjualan sembako di toko yang berada di rumah itu.
"Iya, mana barang masih banyak-banyaknya," ucap Dila.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Afandi, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian.
"Saat kami sampai di lokasi api sudah sangat besar," ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Mustari menyebutkan api diduga berasal dari salah satu rumah kosong di sekitar lokasi kebakaran.
"Yang asal apinya belum diketahui, apakah dari instalasi listrik penghuni rumah yang dahulu.
"Namun ada juga informasi yang mengatakan ada yang bermain kembang api tapi itu juga belum pasti," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang panas turut mempercepat penyebaran api ke bangunan lain di sekitarnya.
Mustari pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan elektronik masih menyala.
"Pastikan betul bahwa kompor sudah mati dan anak-anak juga Jangan dibiarkan untuk bermain kembang api dan mercon itu bisa menjadi salah satu penyebab," ujarnya.
(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Jawaban Pemprov soal Pencairan THR ASN sementara Bank Jambi Belum Normal
Baca juga: Cerita Yayasan Merangkul Jiwa Bantu ODGJ dan Orang Terlantar di Sudut Jambi
Baca juga: Gramedia Jambi Bertabur Diskon selama Ramadan dan Event hingga Akhir Maret
| Karyawan Penatu di Jambi Lihat Api Menyambar saat Menyetrika karena Gas Bocor |
|
|---|
| Tiga Pria Jambi Naik Tangga setelah Lihat Api lalu Lompat dari Lantai Dua |
|
|---|
| 3 Karyawan Percetakan di Jambi Nekat Lompat dari Ruko Demi Hindari Kepungan Api |
|
|---|
| Satu Anak Dilarikan ke IGD akibat Kebakaran di Kenali Besar Tadi Sore |
|
|---|
| Daftar Kebakaran di Jambi Sepekan Terakhir: Rumah Warga Hingga Kandang Ayam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03032026-kebakaran.jpg)