Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Harga Tiket Kamboja-Indonesia Tinggi Buat Pemulangan WNI Korban Scam Tersendat

Tingginya harga tiket Kamboja--Indonesia menyebabkan kepulangan Warga Negara Indonesia korban penipuan berkedok lowongan kerja (job scam) tersendat.

Tayang:
Istimewa/ Kolase Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto
TERTAHAN-Korban scam asal Indonesia masih tertahan di pengungsian karena harga tiket Kamboja–Indonesia mahal dan sebagian belum mampu membelinya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tingginya harga tiket Kamboja--Indonesia menyebabkan kepulangan Warga Negara Indonesia korban penipuan berkedok lowongan kerja (job scam) tersendat.

Tidak ada kepulangan korban loker scam ke Indonesia pada hari ini.

Satu di antara korban asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban harus membiayai kepulangan dengan uang pribadi.

Hanya korban asal Bengkulu yang mendapat bantuan biaya dari pemerintah daerahnya.

“Hari ini tiket mahal, gak emuanya mampu beli sendiri, yang diongkosi gubernur baru korban asal Bengkulu,” katanya.

Andri juga menyampaikan bahwa jumlah korban loker scam asal Indonesia yang masih berada di penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok kini semakin berkurang.

Sebelumnya, jumlah penghuni penampungan disebut mencapai sekitar 1.200 orang, namun saat ini tersisa sekitar 400 orang.

“Jumlah orang di penampungan sini kurang lebih sekarang hanya 400 orang,” tuturnya.

Ia turut membagikan kondisi terkini di lokasi penampungan, termasuk suasana pembagian makan sore yang ia dokumentasikan melalui foto pada Minggu (2/3/2026).

Dalam gambar tersebut terlihat puluhan pengungsi mengantre dan mengerumuni makanan yang telah disiapkan.

Makanan disusun bertingkat, dikemas dalam wadah sekali pakai, lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Selain foto, Andri juga mengirimkan rekaman video yang memperlihatkan situasi malam hari di tempat penampungan.

Terlihat para pengungsi beristirahat dengan beralaskan karpet di lantai gedung.

Sebagian lainnya duduk sambil menyalakan kipas angin.

Di dalam gedung, para pengungsi juga menggantung pakaian dan handuk dengan mengikatkan tali sebagai tempat jemuran sementara.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved