Berita Jambi
Galeri Alam Abadi Hadirkan Jejak Prasejarah Bukit Bulan di Jambi
Pameran Galeri Alam Abadi: Warisan Masa Lalu di Bukit Bulan, Sarolangun, Jambi digelar di Gedung SSL Hexagonal, Arkeologi Universitas Jambi.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pameran bertajuk Galeri Alam Abadi Warisan Masa Lalu di Bukit Bulan, Sarolangun, Jambi digelar di Gedung SSL Hexagonal, Arkeologi Universitas Jambi, pada 8–9 Oktober 2025.
Pameran ini menampilkan foto, replika, dan instalasi seni yang menggambarkan gambar cadas (rock art) dari situs Bukit Bulan, salah satu peninggalan prasejarah di Kabupaten Sarolangun.
Situs Bukit Bulan adalah kawasan penting di Kabupaten Sarolangun, Jambi, yang menjadi bukti nyata peninggalan masa prasejarah.
Kawasan ini merupakan gugusan perbukitan kars dengan puluhan gua yang berfungsi sebagai hunian bagi manusia purba. Lokasi ini menjadi fokus penelitian arkeologi karena potensi kekayaan purbakalanya di Pulau Sumatra.
Berbagai temuan signifikan telah diangkat dari ekskavasi di gua-gua Bukit Bulan, seperti Gua Mesiu. Temuan tersebut mencakup artefak batu seperti obsidian, tembikar, sisa tulang fauna, serta fragmen tulang manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah dihuni oleh manusia dari masa Pra-Neolitik hingga Neolitik, sekitar 6.600 hingga 1.700 tahun yang lalu.
Yang paling istimewa dari Bukit Bulan adalah penemuan gambar cadas atau lukisan gua.
Gambar-gambar yang kebanyakan berwarna hitam dan berbentuk figur manusia (antropomorfik) ini memberikan petunjuk mengenai tradisi budaya prasejarah, di mana para ahli menduga hal ini terkait dengan penutur Austronesia.
Bukit Bulan adalah situs kunci untuk menguak peradaban purbakala di Jambi dan Sumatra.
Ruangan pameran ditata menyerupai kondisi di lokasi aslinya.
Ketua Panitia, Kurnia Sandi, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan kembali situs Bukit Bulan kepada masyarakat.
“Kami ingin Bukit Bulan tidak hanya dikenal sebagai situs arkeologi, tapi juga menjadi kebanggaan daerah yang bisa dikembangkan melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Selain pameran visual, panitia juga menyediakan area edukasi interaktif. Pengunjung bisa mencoba menggambar dengan bahan alami seperti yang digunakan manusia pada masa prasejarah.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan ini banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mahasiswa arkeologi Universitas Jambi ikut menjadi pemandu dan menjelaskan makna setiap gambar yang ditampilkan.
Menurut Kurnia, kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya.
“Pelestarian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tapi juga harus melibatkan akademisi dan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Promo Menarik di Pameran Yamaha di Mall Jamtos Jambi
| Dugaan Penipuan Rp400 Juta, Kuasa Hukum TN: Kasus Sudah Damai, Tak Terkait Gubernur Jambi |
|
|---|
| Kejati Jambi Tegaskan Belum Ada Rekrutmen CASN, Warga Diminta Waspada Penipuan |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Dokter Internship di RSUD Tanjab Barat, Ada 4 Poin Evaluasi Kemenkes |
|
|---|
| Gubernur Al Haris Dorong Pengusaha Muda Jambi Tampil ke Nasional pada Munas HIPMI ke-18 |
|
|---|
| Kapolda Jambi Pimpin Apel Skala Besar, Atensi Khusus Balap Liar Malam Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pameran-Galeri-Alam-Abadi.jpg)