Kota Jambi Bahagia
Anting Tersangkut di Telinga Anak, Damkar Jambi Lepaskan dalam 10 Menit
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI– Orang tua diminta lebih berhati-hati saat memberikan aksesoris kepada anak, terutama anting-anting. Jika tidak diawasi dengan baik, hal tersebut justru bisa berujung cedera.
Peristiwa ini dialami oleh seorang anak perempuan, warga Jalan Raden Pamuk RT 04, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, pada Sabtu (5/4/2026).
Anting-anting yang dikenakan korban diketahui sudah dalam kondisi bengkok dan melukai bagian belakang telinga.
Kondisi tersebut membuat orang tua korban panik dan segera mencari pertolongan.
Sebelumnya, korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat.
Namun karena keterbatasan peralatan untuk menangani kondisi tersebut, korban akhirnya dibawa langsung ke Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.
Komandan Regu (Danru) 4 Mako Damkartan Kota Jambi, Supriatin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima kedatangan korban sekitar pukul 10.32 WIB.
“Korban datang langsung ke mako setelah sebelumnya dari puskesmas. Kondisi anting-anting sudah bengkok dan menyebabkan luka di bagian belakang telinga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim segera melakukan tindakan evakuasi dengan menggunakan peralatan sederhana seperti tang, senter, serta perlengkapan P3K.
“Proses pelepasan anting-anting dilakukan dengan hati-hati karena posisinya sudah sulit dan menimbulkan luka. Namun dalam waktu kurang lebih 10 menit, anting berhasil dilepaskan dengan aman,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, sebanyak lima personel Damkartan diterjunkan untuk membantu penanganan.
Meski terdapat hambatan karena kondisi anting yang sudah berubah bentuk, evakuasi tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan cedera tambahan.
“Alhamdulillah, penanganan berjalan aman dan lancar. Setelah tindakan, korban juga diberikan penanganan awal pada luka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengingatkan masyarakat bahwa layanan Damkartan tidak hanya untuk kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan Call Center Bahagia 112 sebagai akses cepat layanan darurat bagi masyarakat.
“Call Center Bahagia 112 merupakan layanan gratis yang bisa diakses masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, termasuk kejadian seperti ini. Walaupun dalam kasus ini korban datang langsung, kami tetap mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan tersebut agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Menurutnya, Damkartan Kota Jambi berkomitmen memberikan pelayanan cepat, terukur, dan tuntas kepada masyarakat, sesuai standar pelayanan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan aksesoris pada anak, terutama yang berisiko menyebabkan cedera jika tidak dalam kondisi baik. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Damkartan-melepas-anting-anting.jpg)