Bangunan Utama Pasar Tradisional Modern Muara Bungo Mulai Retak
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Bangunan utama Pasar Tradisional Modern (PTM), mulai mengalami kerusakan, seperti retaknya
Penulis: Awang Azhari | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Awang
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Bangunan utama Pasar Tradisional Modern (PTM), mulai mengalami kerusakan, seperti retaknya bagian vital di dalam bangunan. Pantauan Tribun, Minggu (31/7), semen penyangga atap di bagian tengah pasar sayur dan ikan retak, posisinya berada persis di atas lapak para pedagang.
Keluar air rembesan dari sela-sela retakan yang memanjang, hampir di sebagian besar titik dinding penyangga bagian dalam tersebut.
Ini tentu menjadi tanda tanya para pedagang, mengingat bangunan tersebut belum genap berumur dua tahun, namun kerusakan sudah terjadi.
Selain soal fisik bangunan, pedagang juga menunggu langkah bijak dari pemerintah soal masa depan PTM ini. Seperti soal lantai dua pasar daging dan ayam, yang kini kosong. Sebelumnya pernah dilakukan koordinasi dengan pedagang pakaian bekas, namun semua menolak.
"Kami menolak karena di bawah kotor, kemudian tangga untuk naik juga susah, itu kan bukan tangga takak, jadi gampang terpeleset," sebut seorang pedagang pakaian bekas.
Menurut pedagang, setempat ada rencana pemindahan para pedagang ikan ke luar, tepat di area parkir bagian belakang.
"Senin ini rencananya mau dibicarakan lagi, nanti semua pedagang ikan pindah ke tempat parkir. Satu orang diminta Rp 1,8 juta untuk lapak," sebut seorang pedagang lain, Rohimah.
Mereka berharap, rencana relokasi ini benar-benar menjadi solusi, jangan sampai malah memunculkan polemik baru.
Pemerintah Kabupaten Bungo, sejauh ini sudah intens melakukan koordinasi antar instansi dalam memecahkan masalah di pasar terbesar Kabupaten Bungo tersebut.
Bupati Mashuri menyebut, koordinasi juga sudah dilakukan dengan para pedagang, inti dari komunikasi itu untuk mencari jalan terbaik bagi pedagang. "Kita sangat konsen untuk memperbaiki sistem yang ada di PTM ini, kemarin wabup sudah bicara langsung dengan para pedagang untuk masyawarah," kata Mashuri.
Ia juga berjanji akan menindak kabar soal adanya monopoli oknum PNS di area pasar, serta kesemrautan lain yang menjadi keluhan pedagang serta masyarakat.