Di Jambi Banyak Ditemukan, Awas Penyakit Hirschsprung
Hirschsprung ditemukan ahli penyakit anak Harold Hirschsprung pada 1886.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Hirschsprung ditemukan ahli penyakit anak Harold Hirschsprung pada 1886. Penyakit yang terjadi dalam 1 dari 5.000 kelahiran penyebabnya belum diketahui pasti namun dapat diduga disebabkan genetik.
Di Jambi kasus ini cukup banyak ditemukan dan kebanyakan sudah akut hingga gejala lanjut sehingga harus dilakukan melalui colostomi atau operasi dua tahap.
Penyakit ini berdampak pada infeksi hingga kematian jika tak segera ditangani.
Gejala Buang Air Besar (BAB) pada bayi lebih dari 24 jam, kembung dan muntah. Sedangkan pada anak yang lebih besar gejala ditandai dengan sulitnya BAB, perut kembung, gizi buruk, diare kronis, demam.
Menurut dr Willy Hardy Marpaung Sp BA dalam keterangannya di hadapan awak media Rabu (20/1) di Siloam Hospital, pemeriksaan dapat dilakukan melalui alat penunjang radiologi. Penanganan pasien dilakukan dengan diagnosis melalui ronsen dan dapat dilakukan operasi dengan masa waktu perawatan hingga lima hari.
" Tujuan kita melakukan pembersihan untuk mengeluarkan feses lama yang sudah cukup lama," ujarnya.
Ia menegaskan selama beberapa bulan sudah banyak pasien yang mendapat penanganan dan mulai menunjukan perubahan dengan hasil yang lebih baik.
Upaya pencegahan memang tidak bisa dilakukan, sehingga perlu dikenali dari awal gejala yang terjadi pada anak.
" Orang tua harus waspada jika anak BAB tidak lancar dan perutnya kembung," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20151002_infus_20151002_210846.jpg)