Daftar Nama 5 Pejabat BEI dan OJK yang Mundur Imbas IHSG Merosot 2 Hari
Daftar nama 5 petinggi BEI dan OJK yang mundur imbas merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM - Daftar nama 5 petinggi BEI dan OJK yang mundur imbas merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG itu merosot selama dua hari berturut-turut yakni Rabu dan Kamis (28-291/2026).
Penurunan IHSG ini disorot ekonom dan pengamat ekonomi.
Mereka beranggapan adanya potensi penurunan kepercayaan investor, sementara pelaku industri keuangan menilai momentum ini krusial bagi konsistensi kebijakan dan komunikasi otoritas.
Di tengah pasar yang sedang rapuh, perubahan mendadak di pucuk pimpinan dinilai bisa menjadi sentimen tambahan baik sebagai tekanan, maupun sebagai peluang pembenahan.
Lima pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (30/1/2026)
Kelimanya yakni:
Baca juga: Profil Adela Kanasya Adies, Anak Adies Kadir yang Akan Gantikan Ayahnya di Kursi DPR RI
Baca juga: Tak Hanya Siswa, Guru dan Bayi Dikabarkan Juga Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi
1. Direktur Utama BEI Iman Rachman
2. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
3. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara
4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi
5. Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I. B. Aditya Jayaantara.
CELIOS: Ada indikasi tekanan eksekutif
Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai pengunduran diri Ketua OJK dan anggota Dewan Komisioner OJK sebagai peristiwa yang mengejutkan.
Ia menduga terdapat tekanan dari eksekutif, khususnya terkait perubahan besar porsi investasi asuransi dan jasa keuangan di pasar saham.
“Sepertinya ada tekanan dari eksekutif, dari presiden terutama perubahan porsi besar-besaran asuransi dan jasa keuangan dalam investasi di saham,” ujar Bhima.
Bhima menilai, dalam situasi ini industri jasa keuangan seolah dikorbankan untuk menahan keluarnya modal asing, meski terdapat risiko pengulangan kasus seperti Asabri apabila BUMN masuk ke saham-saham spekulatif.
Baca juga: Update Siswa Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi: 130 Orang, 82 Masih Dirawat
Pengamat: Ada kejanggalan dalam pengunduran diri
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat menilai pengunduran diri Direktur Utama BEI masih dapat diterima oleh pasar karena pergantian figur dinilai tidak akan mengguncang secara signifikan.
Namun, ia melihat pengunduran diri pejabat OJK menimbulkan lebih banyak pertanyaan.
“Saya termasuk yang menganggap tiga orang ini tidak akan mundur, kecuali ada yang menyuruh mereka,” ujar Teguh kepada Kompas.com.
Ia menegaskan, OJK, BEI, dan organisasi pengatur mandiri lainnya merupakan lembaga independen sehingga diharapkan tidak ada muatan politik dalam proses pengisian jabatan ke depan.
Teguh juga memproyeksikan pasar tidak akan merespons peristiwa ini secara berlebihan dan menilai kecil kemungkinan terjadinya kembali penghentian sementara perdagangan bursa dalam waktu dekat.
Meski demikian, ia mengingatkan tenggat waktu evaluasi dari MSCI hingga Mei 2026 sebagai periode yang perlu dicermati karena berpotensi menjadi momentum keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia. (*)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
| Tak Hanya Siswa, Guru dan Bayi Dikabarkan Juga Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi |
|
|---|
| Profil Adela Kanasya Adies, Anak Adies Kadir yang Akan Gantikan Ayahnya di Kursi DPR RI |
|
|---|
| Awal Mula Cinta Tak Kenal Usia Ahmad dan Nenek Sisri, Sopir Gabah Nikahi Majikan Terpaut 28 Tahun |
|
|---|
| Danau Sigombak di Tebo, Wisata Alami Cocok untuk Rekreasi Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-saham-21012025.jpg)